Buleleng Festival (BulFest)
2026 resmi dibuka meriah di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Selasa
(18/8). Mengusung tema “Uriping Rasa”, festival yang berlangsung hingga 23
Agustus 2026 ini tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga
wadah untuk menghidupkan kembali ingatan, identitas, serta kreativitas
kebudayaan Buleleng.
Dalam sambutannya, Bupati
Buleleng menegaskan bahwa kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja kini
diarahkan menjadi “Titik Nol Buleleng” dalam membangun ekosistem kebudayaan
yang inklusif. Melalui BulFest, berbagai potensi seni, budaya, dan ekonomi
kreatif masyarakat Buleleng mendapat ruang untuk tampil dan berkembang.
Beragam pertunjukan seni
tradisional hingga modern turut memeriahkan festival. Selain itu, BulFest 2026
menghadirkan Buleleng Digital Expo serta memberikan ruang bagi 92 pelaku UMKM
unggulan untuk memperkenalkan produk dan kuliner khas Buleleng kepada
masyarakat.
Pembukaan BulFest turut
dihadiri Gubernur Bali yang memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah
Kabupaten Buleleng dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mengembangkan
potensi UMKM lokal.
Dalam kesempatan tersebut,
Gubernur Bali juga menyampaikan sejumlah agenda pembangunan yang diharapkan
semakin memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Buleleng. Salah satunya
adalah percepatan penyelesaian jalan shortcut titik 9–12, yang ditargetkan
dapat memangkas waktu tempuh Denpasar–Singaraja.
Selain itu, disampaikan
pula rencana pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai terminal logistik
laut yang ditargetkan pada akhir 2027. Pemerintah Provinsi Bali juga
merencanakan peresmian Turyapada Tower pada awal 2027, yang diproyeksikan
menjadi salah satu ikon pariwisata baru berkelas dunia di Bali Utara.
Sebagai bagian dari upaya
memperluas akses masyarakat terhadap destinasi tersebut, warga Buleleng juga
direncanakan mendapatkan fasilitas tiket gratis pada bulan-bulan awal setelah
Turyapada Tower beroperasi.
Malam pembukaan BulFest
2026 berlangsung semarak dengan kehadiran jajaran Forkopimda, para pimpinan
OPD, tokoh masyarakat, serta ribuan warga. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., turut hadir memberikan dukungan terhadap
pelaksanaan festival.
Melalui tema “Uriping Rasa”, BulFest 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi ruang bersama untuk merawat budaya, menggerakkan ekonomi kreatif, dan memperkuat identitas masyarakat Buleleng di tengah perkembangan zaman.