(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng Gelar Pertemuan Evaluasi Imunisasi 2025 dan Penyusunan Rencana Detail 2026

Admin dinkes | 27 Januari 2026 | 147 kali

Selasa (27/1), Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng secara resmi membuka kegiatan Pertemuan Evaluasi Program Imunisasi Tahun 2025 dan Penyusunan Microplanning 2026. Acara yang digelar di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng ini dihadiri oleh seluruh Penanggung Jawab (PJ) Program Imunisasi dan petugas Daerah Binaan (Darbin) dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Buleleng.

Pertemuan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P. Dalam sambutan pembukaannya yang mengedepankan semangat kebersamaan dan inklusivitas dengan berbagai salam dari berbagai kepercayaan, beliau menegaskan pentingnya program imunisasi sebagai intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien dalam mencegah kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Beliau mengajak seluruh peserta untuk mengevaluasi tahun 2025 secara jujur dan komprehensif, mengidentifikasi berbagai capaian sekaligus tantangan yang dihadapi, seperti kesenjangan cakupan antar wilayah, keberadaan anak zero dose (belum pernah diimunisasi), kendala logistik, kualitas pencatatan, serta isu kepercayaan masyarakat. Evaluasi ini, ditegaskannya, menjadi landasan fundamental untuk perencanaan yang kuat di tahun mendatang.

Fokus utama pertemuan ini adalah penyusunan Microplanning Imunisasi Tahun 2026. dr. Sucipto menekankan bahwa microplanning adalah instrumen konkret untuk menerapkan pendekatan yang berbasis data aktual, kondisi wilayah spesifik, dan sasaran yang tepat.

Beberapa prinsip kunci yang harus dipegang dalam penyusunan microplanning 2026 adalah :

1. Penggunaan data yang valid dan mutakhir.

2. Pemprioritasan wilayah dan kelompok berisiko tinggi.

3. Penguatan penjangkauan sasaran zero dose dan under-immunized (anak yang imunisasinya belum lengkap).

4. Pendorong kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat.

Di akhir sambutannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian pertemuan dengan sungguh-sungguh, berdiskusi secara terbuka, dan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif. Harapannya, rumusan yang dihasilkan dalam pertemuan ini dapat menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas dan cakupan imunisasi di Kabupaten Buleleng pada tahun 2026, demi melindungi generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.