Selasa (27/1), Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng secara resmi membuka kegiatan Pertemuan Evaluasi
Program Imunisasi Tahun 2025 dan Penyusunan Microplanning 2026. Acara yang
digelar di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng ini dihadiri oleh
seluruh Penanggung Jawab (PJ) Program Imunisasi dan petugas Daerah Binaan
(Darbin) dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Buleleng.
Pertemuan ini dibuka secara
langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked.,
M.A.P. Dalam sambutan pembukaannya yang mengedepankan semangat kebersamaan dan
inklusivitas dengan berbagai salam dari berbagai kepercayaan, beliau menegaskan
pentingnya program imunisasi sebagai intervensi kesehatan masyarakat yang
paling efektif dan efisien dalam mencegah kesakitan, kecacatan, dan kematian
akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
Beliau mengajak seluruh
peserta untuk mengevaluasi tahun 2025 secara jujur dan komprehensif,
mengidentifikasi berbagai capaian sekaligus tantangan yang dihadapi, seperti
kesenjangan cakupan antar wilayah, keberadaan anak zero dose (belum pernah
diimunisasi), kendala logistik, kualitas pencatatan, serta isu kepercayaan
masyarakat. Evaluasi ini, ditegaskannya, menjadi landasan fundamental untuk
perencanaan yang kuat di tahun mendatang.
Fokus utama pertemuan ini
adalah penyusunan Microplanning Imunisasi Tahun 2026. dr. Sucipto menekankan
bahwa microplanning adalah instrumen konkret untuk menerapkan pendekatan yang
berbasis data aktual, kondisi wilayah spesifik, dan sasaran yang tepat.
Beberapa prinsip kunci yang harus dipegang dalam penyusunan microplanning 2026 adalah :
1. Penggunaan data yang
valid dan mutakhir.
2. Pemprioritasan wilayah
dan kelompok berisiko tinggi.
3. Penguatan penjangkauan
sasaran zero dose dan under-immunized (anak yang imunisasinya belum lengkap).
4. Pendorong kolaborasi
lintas sektor dan peran aktif masyarakat.
Di akhir sambutannya,
beliau mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian pertemuan dengan
sungguh-sungguh, berdiskusi secara terbuka, dan menghasilkan rekomendasi yang
aplikatif. Harapannya, rumusan yang dihasilkan dalam pertemuan ini dapat menjadi
langkah nyata untuk meningkatkan kualitas dan cakupan imunisasi di Kabupaten
Buleleng pada tahun 2026, demi melindungi generasi masa depan yang lebih sehat
dan berkualitas.