(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Kadinkes Buleleng Buka Monev Program Rabies: Tekankan Kesamaan Persepsi dan Kesadaran Masyarakat

Admin dinkes | 29 April 2026 | 151 kali

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., secara resmi membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Rabies tingkat Kabupaten Buleleng pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng ini dihadiri oleh Tim P2 Dinas Kesehatan Provinsi Bali, pengelola program rabies puskesmas, serta perwakilan rumah sakit seperti RSUD Kabupaten Buleleng, RSUD Tangguwisia, dan RSUD Giri Emas.

Dalam sambutannya, Kadinkes menyoroti fluktuasi kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten Buleleng yang masih tergolong tinggi. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata kasus gigitan mencapai 600 hingga 700 kasus per bulan. Sementara itu, hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 2.281 kasus gigitan, dengan satu kasus kematian akibat rabies yang terjadi karena korban tidak melaporkan gigitan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Meskipun tata laksana penanganan kasus serta kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dinas terkait dan pemerintah desa, telah berjalan, namun hasilnya dinilai belum optimal. Beberapa kendala utama yang dihadapi di antaranya masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies, keterbatasan ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR), serta adanya perbedaan persepsi antar petugas dalam penanganan kasus di lapangan.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi serta penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan. Dalam arahannya, Kadinkes menekankan pentingnya peningkatan kecepatan respon terhadap kasus gigitan, optimalisasi tata laksana program, serta penguatan edukasi kepada masyarakat secara efektif dan berkelanjutan. “Diharapkan melalui pertemuan ini kita dapat menyamakan persepsi dan memperkuat langkah bersama, sehingga kejadian rabies di Kabupaten Buleleng dapat dikendalikan,” ujarnya. Ke depan, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng akan terus mendorong upaya promotif dan preventif, serta memperkuat sinergi lintas sektor guna menekan angka kasus rabies dan melindungi masyarakat dari penyakit zoonosis yang berpotensi fatal ini.