Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., secara resmi membuka kegiatan
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Rabies tingkat Kabupaten Buleleng pada
Rabu (29/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Dinas Kesehatan Kabupaten
Buleleng ini dihadiri oleh Tim P2 Dinas Kesehatan Provinsi Bali, pengelola
program rabies puskesmas, serta perwakilan rumah sakit seperti RSUD Kabupaten
Buleleng, RSUD Tangguwisia, dan RSUD Giri Emas.
Dalam sambutannya, Kadinkes
menyoroti fluktuasi kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten
Buleleng yang masih tergolong tinggi. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata
kasus gigitan mencapai 600 hingga 700 kasus per bulan. Sementara itu, hingga
Maret 2026 tercatat sebanyak 2.281 kasus gigitan, dengan satu kasus kematian
akibat rabies yang terjadi karena korban tidak melaporkan gigitan ke fasilitas
pelayanan kesehatan.
Meskipun tata laksana
penanganan kasus serta kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dinas terkait
dan pemerintah desa, telah berjalan, namun hasilnya dinilai belum optimal.
Beberapa kendala utama yang dihadapi di antaranya masih rendahnya kesadaran masyarakat
terhadap bahaya rabies, keterbatasan ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR),
serta adanya perbedaan persepsi antar petugas dalam penanganan kasus di
lapangan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi serta penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan. Dalam arahannya, Kadinkes menekankan pentingnya peningkatan kecepatan respon terhadap kasus gigitan, optimalisasi tata laksana program, serta penguatan edukasi kepada masyarakat secara efektif dan berkelanjutan. “Diharapkan melalui pertemuan ini kita dapat menyamakan persepsi dan memperkuat langkah bersama, sehingga kejadian rabies di Kabupaten Buleleng dapat dikendalikan,” ujarnya. Ke depan, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng akan terus mendorong upaya promotif dan preventif, serta memperkuat sinergi lintas sektor guna menekan angka kasus rabies dan melindungi masyarakat dari penyakit zoonosis yang berpotensi fatal ini.