Dalam upaya meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, Tim Kerja Kesehatan Ibu dan Anak
(KIA) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan pendampingan
dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) di Puskesmas Tejakula II pada
Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama dr Heri sebagai bagian
dari penguatan pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi di fasilitas
pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Dalam kegiatan tersebut
tercatat sebanyak 10 ibu hamil risiko tinggi mendapatkan pemeriksaan dan
pendampingan, dengan berbagai kondisi seperti obesitas, kekurangan energi
kronis (KEK), anemia, hipertensi dalam kehamilan (HDK), grande multipara, jarak
kehamilan terlalu dekat, dugaan mioma, splenomegali, kelainan katup jantung
(VHD), asma, serta kehamilan lewat waktu (postdate).
Dari hasil pemeriksaan,
tidak ditemukan kasus kegawatdaruratan yang memerlukan rujukan segera. Namun
demikian, terdapat delapan ibu hamil yang direncanakan untuk dilakukan rujukan
terencana sebagai langkah antisipatif dalam penanganan risiko kehamilan.
Selain pemeriksaan klinis,
kegiatan juga diisi dengan diskusi rencana tindak lanjut peningkatan pelayanan,
di antaranya percepatan rujukan pada ibu hamil dengan kondisi postdate serta
penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait pemantauan gerakan
janin oleh ibu hamil. Evaluasi juga dilakukan terhadap pemberian aspilet pada
ibu hamil dengan risiko preeklamsia yang masih perlu disesuaikan dengan pedoman
nasional (PNPK).
Dalam pembahasan turut
disampaikan bahwa pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan
lokal bagi ibu hamil masih bersumber dari dana desa. Selain itu, meskipun
pelayanan kegawatdaruratan maternal di puskesmas telah tersedia sesuai standar
PONED, fasilitas penanganan kegawatdaruratan bayi baru lahir masih memerlukan
penguatan, khususnya terkait ketersediaan set resusitasi termasuk alat
Neopuff/Neopap.
Pendampingan ini juga
mengidentifikasi bahwa beberapa ibu hamil dengan hipertensi belum mendapatkan
pengobatan secara optimal di rumah sakit, serta terdapat keterbatasan
ketersediaan obat sesuai resep di tingkat puskesmas.
Melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Buleleng.