(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Dinkes Buleleng Laksanakan Pendampingan Spesialis untuk Tingkatkan Pelayanan KIA di Tejakula II

Admin dinkes | 07 April 2026 | 177 kali

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, Tim Kerja Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan pendampingan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) di Puskesmas Tejakula II pada Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama dr Heri sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Dalam kegiatan tersebut tercatat sebanyak 10 ibu hamil risiko tinggi mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan, dengan berbagai kondisi seperti obesitas, kekurangan energi kronis (KEK), anemia, hipertensi dalam kehamilan (HDK), grande multipara, jarak kehamilan terlalu dekat, dugaan mioma, splenomegali, kelainan katup jantung (VHD), asma, serta kehamilan lewat waktu (postdate).

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kasus kegawatdaruratan yang memerlukan rujukan segera. Namun demikian, terdapat delapan ibu hamil yang direncanakan untuk dilakukan rujukan terencana sebagai langkah antisipatif dalam penanganan risiko kehamilan.

Selain pemeriksaan klinis, kegiatan juga diisi dengan diskusi rencana tindak lanjut peningkatan pelayanan, di antaranya percepatan rujukan pada ibu hamil dengan kondisi postdate serta penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait pemantauan gerakan janin oleh ibu hamil. Evaluasi juga dilakukan terhadap pemberian aspilet pada ibu hamil dengan risiko preeklamsia yang masih perlu disesuaikan dengan pedoman nasional (PNPK).

Dalam pembahasan turut disampaikan bahwa pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi ibu hamil masih bersumber dari dana desa. Selain itu, meskipun pelayanan kegawatdaruratan maternal di puskesmas telah tersedia sesuai standar PONED, fasilitas penanganan kegawatdaruratan bayi baru lahir masih memerlukan penguatan, khususnya terkait ketersediaan set resusitasi termasuk alat Neopuff/Neopap.

Pendampingan ini juga mengidentifikasi bahwa beberapa ibu hamil dengan hipertensi belum mendapatkan pengobatan secara optimal di rumah sakit, serta terdapat keterbatasan ketersediaan obat sesuai resep di tingkat puskesmas.

Melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Buleleng.