Dalam upaya meningkatkan
pemahaman keluarga terhadap penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTM dan Keswa) melaksanakan kegiatan
pendampingan serta pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada
keluarga ODGJ, Rabu (6/5).
Kegiatan ini dilaksanakan
bersama dokter spesialis kejiwaan (Sp.KJ) di wilayah kerja Puskesmas Buleleng
I, tepatnya di Desa Kampung Kajanan dan Desa Sari Mekar. Pendampingan dilakukan
secara langsung kepada keluarga pasien guna memberikan pemahaman mengenai
pentingnya dukungan keluarga dalam proses pengobatan dan pemulihan ODGJ.
Dari hasil kegiatan
ditemukan bahwa masih terdapat keluarga yang belum memahami pentingnya
kepatuhan pengobatan bagi ODGJ. Kondisi ini menyebabkan masih terjadinya putus
obat karena pasien dianggap telah sembuh ketika kondisi mulai membaik. Padahal,
penghentian pengobatan tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat meningkatkan
risiko kekambuhan pada pasien ODGJ.
Melalui kegiatan edukasi
ini, keluarga diberikan pemahaman mengenai tanda dan gejala gangguan jiwa,
pentingnya keteraturan pengobatan, serta cara mendampingi anggota keluarga yang
mengalami gangguan jiwa agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.
Selain meningkatkan
pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kesiapan
keluarga dalam menghadapi kondisi ODGJ. Keluarga mengaku merasa lebih percaya
diri dan lebih siap dalam memberikan pendampingan serta dukungan kepada anggota
keluarga yang mengalami gangguan jiwa setelah mendapatkan edukasi dari tenaga
kesehatan dan dokter spesialis kejiwaan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berharap melalui kegiatan pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan, stigma terhadap ODGJ dapat terus berkurang serta kualitas hidup pasien maupun keluarga dapat semakin meningkat. Sinergi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mendukung pemulihan ODGJ secara menyeluruh.