Jumat (9/10), Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Tim Kerja Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
melaksanakan kegiatan verifikasi dan validasi data Maternal Perinatal Death
Notification (MPDN) sebagai upaya meningkatkan akurasi pelaporan, kualitas
pencatatan, serta optimalisasi pelaksanaan audit kematian ibu dan perinatal.
Kegiatan dibuka oleh Kepala
Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dengan
menghadirkan narasumber dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perkumpulan
Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Dalam kegiatan tersebut,
dilakukan pembahasan dan pencocokan data kematian ibu, kematian perinatal,
neonatal, bayi, dan anak balita. Verifikasi juga mencakup kesesuaian data
berdasarkan KTP, alamat kematian, dan alamat domisili untuk memastikan
ketepatan pencatatan serta penyelesaian kasus yang masih memerlukan klarifikasi
lintas kabupaten.
Selain itu, dibahas
sejumlah kasus kematian yang masih dalam proses penyelesaian terkait
penyesuaian alamat dan domisili melalui koordinasi dengan rumah sakit tempat
kejadian. Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan data kematian
tercatat secara tepat dan sesuai dengan ketentuan pelaporan yang berlaku.
Dari aspek pelaksanaan
audit, capaian audit kematian maternal melalui aplikasi MPDN telah mencapai
90%. Sementara itu, capaian audit kematian perinatal masih sebesar 15%,
sehingga diperlukan upaya percepatan untuk memenuhi target yang telah
ditetapkan.
Kegiatan ini juga membahas
pencatatan dan pelaporan kasus abortus sebagai bagian dari upaya meningkatkan
kelengkapan serta kualitas data kesehatan ibu dan anak.
Dalam arahannya, narasumber
menekankan pentingnya peningkatan pelaksanaan audit di fasilitas pelayanan
kesehatan serta penyelenggaraan lokakarya sesuai target nasional. Penguatan
koordinasi antara Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya juga diperlukan untuk mendukung ketepatan pelaporan serta penyelesaian
permasalahan data.
Melalui kegiatan verifikasi
dan validasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus
memperkuat sistem surveilans kematian ibu dan perinatal, meningkatkan kualitas
data, serta mendorong pelaksanaan audit secara berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan
dapat menjadi dasar dalam mengidentifikasi faktor penyebab kematian, menyusun
rekomendasi perbaikan pelayanan, dan mendukung percepatan penurunan angka
kematian ibu dan bayi di Kabupaten Buleleng.