(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Dinkes Buleleng Laksanakan Verifikasi dan Validasi Data MPDN untuk Tingkatkan Kualitas Surveilans Kematian Ibu dan Bayi

Admin dinkes | 09 Oktober 2026 | 21 kali

Jumat (9/10), Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Tim Kerja Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) melaksanakan kegiatan verifikasi dan validasi data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) sebagai upaya meningkatkan akurasi pelaporan, kualitas pencatatan, serta optimalisasi pelaksanaan audit kematian ibu dan perinatal.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dengan menghadirkan narasumber dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pembahasan dan pencocokan data kematian ibu, kematian perinatal, neonatal, bayi, dan anak balita. Verifikasi juga mencakup kesesuaian data berdasarkan KTP, alamat kematian, dan alamat domisili untuk memastikan ketepatan pencatatan serta penyelesaian kasus yang masih memerlukan klarifikasi lintas kabupaten.

Selain itu, dibahas sejumlah kasus kematian yang masih dalam proses penyelesaian terkait penyesuaian alamat dan domisili melalui koordinasi dengan rumah sakit tempat kejadian. Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan data kematian tercatat secara tepat dan sesuai dengan ketentuan pelaporan yang berlaku.

Dari aspek pelaksanaan audit, capaian audit kematian maternal melalui aplikasi MPDN telah mencapai 90%. Sementara itu, capaian audit kematian perinatal masih sebesar 15%, sehingga diperlukan upaya percepatan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini juga membahas pencatatan dan pelaporan kasus abortus sebagai bagian dari upaya meningkatkan kelengkapan serta kualitas data kesehatan ibu dan anak.

Dalam arahannya, narasumber menekankan pentingnya peningkatan pelaksanaan audit di fasilitas pelayanan kesehatan serta penyelenggaraan lokakarya sesuai target nasional. Penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya juga diperlukan untuk mendukung ketepatan pelaporan serta penyelesaian permasalahan data.

Melalui kegiatan verifikasi dan validasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus memperkuat sistem surveilans kematian ibu dan perinatal, meningkatkan kualitas data, serta mendorong pelaksanaan audit secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengidentifikasi faktor penyebab kematian, menyusun rekomendasi perbaikan pelayanan, dan mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Buleleng.