Selasa (7/4), Dalam upaya
memperkuat layanan diagnosis tuberkulosis di Kabupaten Buleleng, telah
dilaksanakan kegiatan kunjungan koordinasi dan konsultasi terkait usulan RSUD
Kabupaten Buleleng sebagai calon laboratorium penerima dukungan renovasi
standar Biosafety Level 2 (BSL-2/BSL-2+) untuk pengembangan laboratorium
pemeriksaan biakan dan uji kepekaan tuberkulosis.
Kunjungan tersebut diterima
oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kepala Bidang
Pelayanan Kesehatan, Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas),
serta pengelola program tuberkulosis Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng sebagai
bagian dari langkah koordinasi lintas program dalam mendukung kesiapan
fasilitas laboratorium daerah.
Usulan pengembangan
laboratorium dengan standar BSL-2/BSL-2+ ini bertujuan untuk meningkatkan
kapasitas pemeriksaan kultur dan uji kepekaan tuberkulosis sehingga pelayanan
diagnosis dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan sesuai standar
keselamatan laboratorium.
Sebagai bagian dari
rangkaian kegiatan, tim juga melakukan kunjungan langsung ke laboratorium
mikrobiologi RSUD Kabupaten Buleleng guna memastikan kesiapan ruangan yang
direncanakan untuk renovasi agar memenuhi persyaratan standar BSL-2/BSL-2+.
Melalui penguatan sarana laboratorium ini diharapkan pelayanan pemeriksaan tuberkulosis di Kabupaten Buleleng semakin optimal serta mendukung percepatan penanggulangan tuberkulosis secara komprehensif dan berkelanjutan.