Senin (12/10), Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Tim Kerja Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
melaksanakan kegiatan Audit Pengkajian Maternal Perinatal Surveilans dan
Respons (MP-SR) sebagai upaya mengevaluasi kasus kematian ibu dan perinatal
serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Kegiatan dibuka oleh
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dan
menghadirkan tim pengkaji dari berbagai unsur, di antaranya dr. I Wayan Rusiana
Eka Putra, Sp.OG, Subspesialis Obstetri Sosial, sebagai perwakilan POGI Bali,
dr. Alissya Rachman, Sp.A, sebagai perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia
(IDAI), serta Putri Mariani dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Pengkajian di tingkat
kabupaten melibatkan unsur kepala SMF Kebidanan, Penyakit Dalam, Paru, dan
Jantung, koordinator ruang rawat intensif neonatal (NICU), dokter spesialis
terkait, tenaga kebidanan, serta perwakilan kepala bidang di lingkungan Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng. Keterlibatan lintas profesi ini diharapkan dapat
memberikan evaluasi yang komprehensif terhadap berbagai aspek pelayanan
kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut,
tim membahas sejumlah kasus maternal dan perinatal, meliputi kasus kematian
maternal dengan kondisi penyakit jantung dan tuberkulosis (TB), serta kasus intrauterine
fetal death (IUFD) dan kematian perinatal yang berkaitan dengan kasus
maternal TB.
Berdasarkan hasil
pengkajian, terdapat beberapa aspek yang memerlukan perbaikan, antara lain
skrining yang belum adekuat, ketidaktepatan penegakan diagnosis awal,
tatalaksana dan pemantauan pasien yang belum optimal, kendala dalam pelaksanaan
resusitasi, serta kurangnya respons terhadap konsultasi medis.
Hasil tersebut menjadi
bahan evaluasi bersama untuk memperkuat sistem pelayanan dan mencegah
terulangnya kejadian serupa. Tim pengkaji juga menyusun sejumlah rekomendasi
tindak lanjut, di antaranya pelaksanaan on-the-job training (OJT) bagi
dokter umum di instalasi gawat darurat (IGD) terkait identifikasi jenis syok
dan penatalaksanaan awal, penguatan komitmen dokter konsulen di rumah sakit
tipe D, serta perbaikan sistem rujukan.
Selain itu,
direkomendasikan penguatan pemanfaatan ekokardiografi untuk membantu evaluasi
kondisi jantung dan status cairan pada kasus perinatal sesuai indikasi klinis,
sehingga pengambilan keputusan dalam penatalaksanaan pasien dapat dilakukan
secara lebih tepat.
Hasil audit selanjutnya
akan didiseminasikan kepada pihak terkait sebagai bahan pembelajaran dan tindak
lanjut perbaikan pelayanan. Melalui kegiatan MP-SR ini, Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng mendorong penguatan koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan,
peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta perbaikan mutu pelayanan
maternal dan perinatal secara berkelanjutan.
Upaya ini diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui identifikasi faktor yang dapat diperbaiki, penguatan respons terhadap kasus kegawatdaruratan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berkesinambungan.