(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Dinkes Buleleng Gelar Audit Pengkajian Maternal Perinatal untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi

Admin dinkes | 12 Oktober 2026 | 28 kali

Senin (12/10), Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Tim Kerja Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) melaksanakan kegiatan Audit Pengkajian Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (MP-SR) sebagai upaya mengevaluasi kasus kematian ibu dan perinatal serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dan menghadirkan tim pengkaji dari berbagai unsur, di antaranya dr. I Wayan Rusiana Eka Putra, Sp.OG, Subspesialis Obstetri Sosial, sebagai perwakilan POGI Bali, dr. Alissya Rachman, Sp.A, sebagai perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serta Putri Mariani dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Pengkajian di tingkat kabupaten melibatkan unsur kepala SMF Kebidanan, Penyakit Dalam, Paru, dan Jantung, koordinator ruang rawat intensif neonatal (NICU), dokter spesialis terkait, tenaga kebidanan, serta perwakilan kepala bidang di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Keterlibatan lintas profesi ini diharapkan dapat memberikan evaluasi yang komprehensif terhadap berbagai aspek pelayanan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, tim membahas sejumlah kasus maternal dan perinatal, meliputi kasus kematian maternal dengan kondisi penyakit jantung dan tuberkulosis (TB), serta kasus intrauterine fetal death (IUFD) dan kematian perinatal yang berkaitan dengan kasus maternal TB.

Berdasarkan hasil pengkajian, terdapat beberapa aspek yang memerlukan perbaikan, antara lain skrining yang belum adekuat, ketidaktepatan penegakan diagnosis awal, tatalaksana dan pemantauan pasien yang belum optimal, kendala dalam pelaksanaan resusitasi, serta kurangnya respons terhadap konsultasi medis.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat sistem pelayanan dan mencegah terulangnya kejadian serupa. Tim pengkaji juga menyusun sejumlah rekomendasi tindak lanjut, di antaranya pelaksanaan on-the-job training (OJT) bagi dokter umum di instalasi gawat darurat (IGD) terkait identifikasi jenis syok dan penatalaksanaan awal, penguatan komitmen dokter konsulen di rumah sakit tipe D, serta perbaikan sistem rujukan.

Selain itu, direkomendasikan penguatan pemanfaatan ekokardiografi untuk membantu evaluasi kondisi jantung dan status cairan pada kasus perinatal sesuai indikasi klinis, sehingga pengambilan keputusan dalam penatalaksanaan pasien dapat dilakukan secara lebih tepat.

Hasil audit selanjutnya akan didiseminasikan kepada pihak terkait sebagai bahan pembelajaran dan tindak lanjut perbaikan pelayanan. Melalui kegiatan MP-SR ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mendorong penguatan koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta perbaikan mutu pelayanan maternal dan perinatal secara berkelanjutan.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui identifikasi faktor yang dapat diperbaiki, penguatan respons terhadap kasus kegawatdaruratan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berkesinambungan.