Dinas Kesehatan Kabupaten
Buleleng melalui Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) melaksanakan monitoring
dan evaluasi (monev) peningkatan mutu layanan di Puskesmas Buleleng II pada
Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan peningkatan
mutu pelayanan serta pemenuhan standar pelayanan kesehatan di puskesmas.
Dalam aspek mutu pelayanan,
hasil evaluasi menunjukkan bahwa indikator mutu nasional (INM) telah mencapai
target dan dilaporkan secara rutin setiap bulan melalui sistem pelaporan mutu
fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, pelaksanaan perhitungan besar sampel
masih perlu dilakukan secara lebih konsisten. Selain itu, diperlukan peninjauan
kembali terhadap dokumen mutu, meliputi panduan, surat keputusan (SK), dan
standar operasional prosedur (SOP), agar pelaksanaan peningkatan mutu berjalan
sesuai ketentuan.
Berdasarkan hasil penilaian
Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB), Puskesmas Buleleng II memperoleh total nilai
25 dan dapat diberikan izin sementara sesuai hasil penilaian. Penilaian
mencakup pemenuhan standar bangunan puskesmas dengan skor 10, pemenuhan standar
prasarana dengan skor 0, pemenuhan alat kesehatan dengan skor 0, ketersediaan
40 jenis obat esensial dengan skor 5, serta pemenuhan sumber daya manusia (SDM)
dengan skor 10.
Dalam kegiatan tersebut,
ditekankan pentingnya penerapan proses manajemen mutu secara berkelanjutan
melalui siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) maupun Plan-Do-Study-Act
(PDSA). Penerapan kedua metode ini diharapkan dapat membantu puskesmas
mengidentifikasi permasalahan, melaksanakan perbaikan, mengevaluasi hasil,
serta menetapkan tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Selain itu, Puskesmas Buleleng II diharapkan terus meningkatkan pemenuhan kebutuhan obat esensial dan persentase ketersediaan alat kesehatan sesuai standar yang ditetapkan. Melalui monitoring dan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mendorong penguatan manajemen mutu di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas, aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta kebutuhan masyarakat.