Dinas Kesehatan Kabupaten
Buleleng menggelar kegiatan Audit Maternal Perinatal Pengkajian (AMP) di Aneka
Lovina Villas and Spa. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P, yang sekaligus memimpin
jalannya rapat audit, Kamis (26/2).
Audit yang mengusung tema
evaluasi pelayanan medik dan komunitas Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) ini
dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari jajaran rumah sakit, puskesmas, dan
tim ahli. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pelacakan kematian maternal
perinatal serta upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di
Kabupaten Buleleng.
Tiga kasus kematian
maternal menjadi bahan pembahasan dalam audit kali ini. Berdasarkan data yang
dihimpun, ketiga kasus tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng dengan
rentang waktu kejadian TW I pada Bulang Januari hingga Februari 2026.
Kepala Dinas Kesehatan dr.
Sucipto dalam sambutannya menegaskan pentingnya audit ini sebagai instrumen
evaluasi sekaligus pembelajaran bagi seluruh tenaga kesehatan. "Audit
Maternal Perinatal bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk menggali
pembelajaran guna perbaikan tata laksana pelayanan. Kita ingin memastikan
setiap kematian ibu dan bayi dapat dicegah di masa mendatang," ujar dr.
Sucipto saat membuka acara.
Hadir sebagai peserta dalam
kegiatan ini antara lain Dinas Kesehatan Provinsi Bali beserta Tim AMP-SR
Provinsi Bali, Tim Komite AMP-SR Kabupaten Buleleng yang terdiri dari dr. Putu
Surya, Sp.OG, dr. I Nyoman Agus Juliana, Sp.An., M.Sc., FCC, serta perwakilan
dari IBI Kabupaten Buleleng dan Tim Kerja KIA.
Selain itu, hadir pula
jajaran direksi RSUD Kabupaten Buleleng, Direktur RSIA Puri Bunda Singaraja,
Perwakilan RSU Kertha Usada, serta Kepala Puskssmas Kubutambahan I, dan
Gerokgak II beserta staf.
Proses audit mencakup
identifikasi masalah, analisis penyebab kematian, hingga rekomendasi perbaikan
sistem pelayanan. Dengan terlaksananya audit ini, Dinas Kesehatan Buleleng
berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis dalam upaya percepatan
penurunan angka kematian maternal dan perinatal di wilayah Kabupaten Buleleng.
Hasil audit akan menjadi bahan laporan kepada Bupati Buleleng, Wakil Bupati
Buleleng dan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng sebagai dasar pengambilan
kebijakan ke depan.