(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Dinkes Buleleng Laksanakan Skrining TBC dan CKG di Lapas Kelas IIB Singaraja

Admin dinkes | 06 Oktober 2026 | 40 kali

Selasa (6/10), Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) bersama Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) melaksanakan kegiatan skrining Tuberkulosis (TBC) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan deteksi dini dan penemuan kasus TBC secara aktif sekaligus mendukung peningkatan cakupan CKG di lingkungan Lapas.

Dalam pelaksanaannya, skrining dilakukan terhadap 200 orang, yang terdiri dari 120 warga binaan dan 80 petugas Lapas. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyakit TBC serta pemantauan kondisi kesehatan warga binaan dan petugas yang berada di lingkungan Lapas.

Pelaksanaan skrining TBC menjadi penting mengingat deteksi dan penemuan kasus secara aktif merupakan salah satu langkah strategis dalam memutus mata rantai penularan TBC. Dengan menemukan terduga maupun kasus TBC sedini mungkin, tindak lanjut pemeriksaan dan penanganan dapat segera dilakukan sesuai dengan indikasi medis.

Selain skrining TBC, kegiatan juga terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk bagi warga binaan dan petugas pemasyarakatan.

Hasil skrining selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai indikasi untuk memastikan proses diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secara tepat dan sedini mungkin apabila ditemukan terduga maupun kasus TBC.

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC serta peningkatan cakupan pemeriksaan kesehatan. Melalui kegiatan skrining secara aktif dan berkelanjutan, diharapkan penemuan kasus TBC dapat dilakukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan di masyarakat dapat ditekan.