(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Dinkes Buleleng Tingkatkan Kapasitas Petugas Kesehatan dalam Penanganan TBC Resistan Obat

Admin dinkes | 15 Oktober 2026 | 13 kali

Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Program Tuberkulosis (TBC) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mengikuti Pertemuan Peningkatan Kapasitas bagi Petugas Kesehatan di Fasilitas Layanan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) Provinsi Bali Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026, bertempat di Quest Hotel San Denpasar.

Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas kesehatan dalam penatalaksanaan TBC Resistan Obat, mulai dari penemuan kasus, penegakan diagnosis, pengobatan, pemantauan kondisi pasien, hingga pencatatan dan pelaporan program.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penguatan materi mengenai konsep dan perkembangan TBC RO, jenis resistansi obat, faktor risiko, serta upaya pencegahan penularan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai identifikasi pasien terduga TBC RO, pemeriksaan diagnostik, dan pemeriksaan kepekaan obat sebagai dasar penentuan pengobatan yang sesuai.

Selain itu, pembahasan mencakup tatalaksana dan perkembangan pengobatan TBC RO, termasuk penggunaan regimen oral berdurasi lebih pendek bagi pasien yang memenuhi kriteria sesuai pedoman program. Pemantauan pengobatan dan efek samping obat turut menjadi perhatian penting untuk memastikan kondisi pasien terpantau secara berkala dan permasalahan selama pengobatan dapat segera ditindaklanjuti.

Aspek pendampingan pasien juga ditekankan melalui edukasi, motivasi, dan dukungan berkelanjutan guna meningkatkan kepatuhan menjalani pengobatan hingga selesai. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mencegah putus obat dan mendukung keberhasilan pengobatan TBC RO.

Di samping aspek klinis, peserta mendapatkan penguatan terkait pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengurangi risiko penularan kepada petugas, pasien, dan lingkungan sekitar. Penguatan pencatatan, pelaporan, serta pemantauan program juga menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan pasien berjalan secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan petugas kesehatan di Kabupaten Buleleng semakin kompeten dalam memberikan pelayanan TBC RO secara optimal, mulai dari penemuan dan diagnosis kasus, penatalaksanaan pengobatan, pemantauan efek samping, pendampingan kepatuhan pasien, hingga pelaporan program.

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan pengendalian tuberkulosis serta meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat.