Pemerintah Kabupaten
Buleleng terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya penanggulangan
Tuberkulosis (TB). Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi Perkumpulan
Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Bali dengan Bupati
Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Selasa (22/9).
Dalam audiensi tersebut,
Bupati Buleleng didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr.
Sucipto, S.Ked., M.A.P., bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit (P2P), Ni Nyoman Mertiasa, S.KM., M.A.P.
Pertemuan membahas sejumlah
agenda strategis terkait penguatan penanggulangan TB di Kabupaten Buleleng,
termasuk evaluasi penemuan kasus, dukungan terhadap operasional PPTI, serta
keberlanjutan pendanaan program.
Salah satu agenda utama
yang dibahas adalah capaian penemuan kasus TB di Kabupaten Buleleng.
Berdasarkan data hingga Juli 2026, dari estimasi target sebanyak 1.129 kasus,
telah ditemukan dan ditangani sebanyak 648 kasus atau sekitar 57 persen.
Capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus mendorong penguatan pelacakan
dan penemuan kasus secara aktif agar target penemuan kasus dapat terus
ditingkatkan hingga akhir tahun.
Selain penemuan kasus,
audiensi juga membahas rencana rehabilitasi kantor PPTI. Dukungan terhadap
kelayakan sarana dan prasarana organisasi dinilai penting untuk menunjang
pelaksanaan tugas dan kegiatan PPTI dalam mendukung upaya penanggulangan TB di
Kabupaten Buleleng.
Agenda lainnya berkaitan
dengan keberlanjutan pendanaan program pada Tahun 2027. Dalam menghadapi
rencana berakhirnya dukungan pendanaan dari Global Fund (GF), Pemerintah
Kabupaten Buleleng bersama PPTI membahas langkah antisipatif melalui skema sharing
pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pembahasan tersebut
diarahkan untuk memastikan keberlanjutan berbagai kegiatan penanggulangan TB
yang selama ini dilaksanakan oleh PPTI bersama Konsorsium Penabulu, sehingga
kegiatan pendampingan dan dukungan kepada masyarakat terdampak TB tetap dapat
berjalan.
Melalui audiensi dan
koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Buleleng
bersama PPTI Wilayah Bali berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam penemuan
kasus, pengobatan, pendampingan pasien, serta penguatan dukungan program TB.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat pencapaian target penanggulangan TB sekaligus mendukung upaya eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Buleleng dan Bali secara berkelanjutan.