(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Dinkes Buleleng Perkuat Penilaian Ketersediaan Obat dan Kepatuhan RKO 2026

Admin dinkes | 11 Agustus 2026 | 8 kali

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Tim Kerja Farmasi melaksanakan Pertemuan Penilaian Ketersediaan Obat melalui Pembinaan Pelaporan dan Evaluasi Kepatuhan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) Tahun 2026 di Lovina Haven, Selasa (11/8).

Kegiatan diikuti oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan penyampai RKO, meliputi Puskesmas, rumah sakit, klinik, dan apotek Program Rujuk Balik (PRB) di Kabupaten Buleleng, serta pengampu obat program dari masing-masing bidang di Dinas Kesehatan.

Pertemuan bertujuan meningkatkan ketepatan perencanaan kebutuhan obat agar tersusun secara akurat, efektif, dan efisien. Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali sebagai verifikator berjenjang dalam proses penyampaian RKO dan Rencana Operasional Pengadaan (ROP) kepada Kementerian Kesehatan melalui aplikasi e-Monev Obat.

Dalam pertemuan tersebut disepakati sejumlah rencana tindak lanjut. Setiap fasilitas kesehatan diminta melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan instansi masing-masing paling lambat tujuh hari setelah pertemuan.

Fasilitas kesehatan yang belum memiliki akun RKO diwajibkan membuat akun paling lambat satu bulan setelah kegiatan. Sementara faskes yang telah memiliki akun tetapi belum menyampaikan RKO diarahkan untuk segera menyampaikan RKO sisipan.

Selain itu, obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng agar disampaikan kepada UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten Buleleng. Apabila terdapat obat atau BMHP yang diterima UPTD Instalasi Farmasi tetapi tidak diketahui asal-usulnya, hal tersebut agar segera dikomunikasikan kepada Tim Kerja Kefarmasian dan PKRT Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terus memperkuat tata kelola perencanaan dan ketersediaan obat, sekaligus memastikan proses pelaporan kebutuhan obat berjalan tertib dan sesuai ketentuan.