Pemerintah Kabupaten
Buleleng melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen mewujudkan layanan kesehatan
yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Komitmen
tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto,
S.Ked., M.A.P., saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif “Hai Bali
Kengken” di RRI Singaraja, Kamis (5/3).
Dalam dialog tersebut, dr.
Sucipto yang didampingi staf Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) menjelaskan
bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan langkah nyata dalam
mendukung deteksi dini penyakit guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Program ini juga sejalan dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” serta misi
Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang
terjangkau dan berkeadilan.
Pelaksanaan program CKG
memiliki landasan hukum yang kuat, yaitu Instruksi Bupati Buleleng Nomor:
100.3/4447/Dinkes/XII/2025 tentang Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis. Selain
itu, guna memastikan kelancaran pelaksanaan di lapangan, Dinas Kesehatan juga
telah membentuk tim monitoring dan bimbingan teknis melalui SK Kadinkes Nomor
400.7.2.3/606/II/2025.
Dalam kesempatan tersebut,
dr. Sucipto memaparkan tiga tujuan utama dari program CKG, yakni
mengidentifikasi faktor risiko kesehatan agar masyarakat tetap sehat,
mendeteksi kondisi pra-penyakit agar tidak berkembang menjadi penyakit serius,
serta mendeteksi penyakit sejak dini sehingga peluang kesembuhan lebih tinggi
dan dapat mencegah komplikasi maupun kecacatan.
Program CKG menyasar
seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak usia
sekolah, remaja, dewasa, hingga lanjut usia (lansia). Jenis pemeriksaan
disesuaikan dengan kelompok usia, mulai dari skrining penyakit menular seperti
tuberkulosis (TBC) hingga penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes,
dan kanker.
Untuk memanfaatkan layanan
ini, masyarakat cukup membawa identitas diri seperti KTP, Kartu Keluarga (KK),
atau Kartu Identitas Anak (KIA) ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat
pertama (FKTP) terdekat. Khusus bagi balita, diwajibkan membawa Buku KIA.
Pendaftaran juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi SATUSEHAT
Mobile maupun layanan WhatsApp Chatbot Kementerian Kesehatan.
Sebagai bagian dari
rangkaian HUT Kota Singaraja ke-422, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng juga
akan menggelar Gebyar Cek Kesehatan Gratis pada Jumat, 6 Maret 2026. Melalui
kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan
kesehatan secara rutin semakin meningkat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Buleleng untuk memanfaatkan layanan gratis ini. Mencegah lebih baik daripada mengobati, dan deteksi dini adalah kunci menuju hidup yang lebih sehat,” ujar dr. Sucipto.