Pelatihan Tata Laksana
Malaria bagi Tenaga Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kabupaten Buleleng
resmi ditutup pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung selama
enam hari, sejak 19 hingga 24 Oktober 2026, ini dilaksanakan di UPTD Balai Pelatihan
Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Pelatihan ini diikuti oleh
tenaga dokter dari 27 fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga medis dalam
tata laksana malaria sehingga mampu memberikan pelayanan yang tepat sesuai dengan
standar yang berlaku.
Berdasarkan hasil evaluasi,
seluruh peserta dinyatakan lulus pelatihan. Hasil post-test menunjukkan nilai
tertinggi sebesar 96,15 dan nilai terendah 80,1. Capaian ini menjadi salah satu
indikator keberhasilan peserta dalam mengikuti rangkaian pelatihan.
Pada kesempatan tersebut,
penghargaan juga diberikan kepada tiga peserta dengan kinerja terbaik selama
pelatihan, yang berasal dari Puskesmas Sawan I, RSUD Kabupaten Buleleng, dan
RSUD Singaraja.
Pelatihan ditutup secara
resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, S.KM., M.A.P., yang hadir
mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P.
Melalui pelatihan ini,
diharapkan para tenaga medis dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang
diperoleh dalam pelayanan di fasilitas kesehatan masing-masing, sehingga
penanganan kasus malaria dapat dilaksanakan secara tepat, cepat, dan sesuai standar.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu pelayanan kesehatan dan pengendalian penyakit menular di Kabupaten Buleleng.