Jumat (24/4), Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Tim Kerja P2PM Program Malaria terus mengintensifkan upaya pencegahan dan pengendalian malaria melalui kegiatan skrining pada kontak erat pasien serta kelompok berisiko di lingkungan pendidikan.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan skrining terhadap kontak erat pasien positif malaria yang dirawat di RSUD Buleleng, bekerja sama dengan Tim Puskesmas Buleleng I. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kontak erat yang diperiksa dalam kondisi negatif malaria.
Sementara itu, pasien ibu hamil yang sebelumnya terkonfirmasi positif malaria kini telah dinyatakan negatif setelah mendapatkan penanganan komprehensif berupa terapi obat oral, injeksi, serta tindakan transfusi darah. Kondisi pasien dilaporkan semakin membaik.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tim juga menemukan adanya kontak erat yang menolak untuk dilakukan skrining. Penolakan tersebut telah disertai dengan pernyataan resmi, dan menjadi salah satu tantangan dalam upaya pengendalian penyakit menular.
Selain di fasilitas pelayanan kesehatan, skrining juga dilakukan pada pelajar program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di beberapa sekolah di Singaraja. Hasil skrining menunjukkan sebagian besar siswa yang diperiksa berada dalam kondisi negatif malaria, meskipun terdapat beberapa siswa yang menolak untuk diskrining maupun yang belum sempat hadir saat kegiatan berlangsung.
Langkah skrining aktif ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk mencegah penyebaran malaria, khususnya pada kelompok rentan dan populasi dengan mobilitas tinggi. Dinas Kesehatan Buleleng akan terus memperkuat edukasi serta kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini.