Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., menghadiri Rapat Koordinasi
(Rakor) Pelaksanaan Program Strategis Daerah Provinsi Bali, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat penyelarasan
kebijakan antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Kabupaten/Kota
se-Bali.
Rakor dilaksanakan sebagai
bagian dari upaya memastikan pelaksanaan berbagai program strategis daerah
berjalan searah dengan visi dan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola
Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Dalam forum tersebut,
Pemerintah Provinsi Bali menekankan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi
antarpemerintah daerah dalam mempercepat pelaksanaan program prioritas yang
memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah agenda strategis
menjadi fokus pembahasan, salah satunya pada sektor kesehatan, khususnya
percepatan intervensi dan penanganan stunting secara lintas sektoral. Upaya
tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai sektor agar intervensi dapat
dilakukan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Selain sektor kesehatan,
Rakor juga membahas sejumlah prioritas pembangunan lainnya, meliputi pengentasan
kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Bali serta penguatan sektor pendidikan
dan sumber daya manusia unggul melalui dukungan terhadap program 1 Keluarga
1 Sarjana dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik jenjang SD hingga
SMA/SMK melalui pelatihan metode Gasing.
Pertemuan tersebut turut
dihadiri oleh perwakilan Bupati/Wali Kota se-Bali serta jajaran pimpinan
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi
Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
Kehadiran Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen
Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan
kebijakan pembangunan kesehatan daerah dengan program strategis Pemerintah Provinsi
Bali.
Melalui forum koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi, sinergi, dan komitmen bersama antarpemangku kepentingan sehingga berbagai program prioritas dapat dilaksanakan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.