Kamis (15/10), Bidang
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng
melalui Program Malaria bersama Tim Puskesmas Buleleng I melaksanakan skrining
kontak erat pasien positif malaria di Jalan Bayusuta No. 20, Singaraja.
Kegiatan ini bertujuan
untuk mendeteksi kemungkinan penularan malaria secara dini serta meningkatkan
kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit malaria, khususnya di wilayah yang
telah mencapai eliminasi malaria.
Dalam pelaksanaannya,
skrining dilakukan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT). Hasil
pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh kontak erat yang berhasil menjalani
skrining dinyatakan negatif malaria. Mereka diketahui memiliki riwayat pernah
menderita malaria jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax
selama menetap di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Namun, pelaksanaan skrining
masih menghadapi kendala berupa penolakan dari sebagian kontak erat untuk
menjalani pemeriksaan, meskipun telah diberikan Komunikasi, Informasi, dan
Edukasi (KIE) mengenai penyakit malaria serta pentingnya pemeriksaan dini. Selain
itu, terdapat kontak erat yang belum dapat hadir karena memiliki kegiatan
praktik di kampus Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Skrining kontak erat
merupakan salah satu langkah penting dalam surveilans malaria, terutama untuk
mendeteksi kemungkinan kasus sedini mungkin dan mencegah terjadinya penularan
lokal di wilayah yang telah mencapai eliminasi malaria.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng bersama puskesmas terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian malaria melalui penemuan kasus, pemeriksaan terhadap kelompok berisiko, serta edukasi kepada masyarakat. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam mengikuti pemeriksaan dan menyampaikan riwayat perjalanan maupun riwayat penyakit malaria. Melalui kegiatan ini, diharapkan kewaspadaan terhadap malaria tetap terjaga sehingga status eliminasi malaria di Kabupaten Buleleng dapat dipertahankan.