Berikut narasi web yang sudah dirapikan dan siap publikasi:
Tekan Angka Stunting, Kadiskes Buleleng Gelar Edukasi Lewat Dialog Interaktif di Singaraja FM
Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan generasi penerus yang sehat dan cerdas, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terus menggencarkan langkah edukasi kepada masyarakat luas. Langkah konkret ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., dalam dialog interaktif yang mengudara di Radio Singaraja FM.
Dalam siaran tersebut, dr. Sucipto didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Ni Luh Putu Withari, S.Tr.Keb., S.KM., M.A.P., mengangkat tema besar yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini, yakni "Pencegahan dan Penanganan Stunting di Indonesia."
Melalui ruang dengar Singaraja FM, jajaran pimpinan Dinas Kesehatan memaparkan secara komprehensif seputar bahaya stunting, pentingnya pemenuhan gizi optimal pada masa Seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK), hingga berbagai strategi dan intervensi yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Diskusi ini membuka wawasan masyarakat bahwa penanganan stunting memerlukan deteksi dini serta kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan.
Kehadiran Kepala Dinas beserta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di media penyiaran lokal ini diharapkan mampu menyentuh langsung hingga ke tingkat keluarga, sehingga kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat di tengah masyarakat.
Menutup dialog interaktif tersebut, dr. Sucipto menyampaikan pesan tegas sekaligus ajakan kepada seluruh elemen masyarakat Buleleng untuk bersama-sama memerangi stunting.
"Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, melainkan ancaman nyata bagi kecerdasan dan masa depan generasi penerus Buleleng. Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya calon pengantin, ibu hamil, dan orang tua balita, untuk senantiasa memperhatikan asupan gizi yang seimbang dan tidak absen memeriksakan kesehatan anak secara rutin ke Posyandu maupun Puskesmas terdekat. Pemerintah telah menyiapkan berbagai program pendampingan, namun kunci utamanya ada pada kepedulian keluarga. Mari kita berkolaborasi, wujudkan Buleleng bebas stunting demi generasi yang lebih kuat, cerdas, dan berdaya saing," pungkas dr. Sucipto.