Rabu (26/8), Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., hadir secara
langsung sebagai narasumber dalam kegiatan edukasi kesehatan mengenai Tuberkulosis
(TBC) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kelurahan Seririt. Kegiatan tersebut
menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat
mengenai pentingnya deteksi dini serta pencegahan penyakit menular.
Dalam pemaparannya di
hadapan masyarakat Kelurahan Seririt, dr. Sucipto menekankan pentingnya
mengenali TBC secara tepat agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi
yang keliru. Pemahaman yang benar mengenai gejala, cara penularan, pencegahan,
serta pengobatan TBC dinilai penting untuk membantu menekan risiko penularan di
lingkungan keluarga dan masyarakat.
dr. Sucipto menjelaskan
bahwa TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, namun dapat
pula mengenai organ tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, tulang,
kulit, hingga otak. Ia juga menegaskan bahwa TBC bukan merupakan penyakit
keturunan maupun akibat guna-guna. Penularan TBC terjadi melalui udara,
terutama ketika penderita TBC menular batuk atau bersin sehingga kuman dapat
tersebar melalui percikan di udara.
Untuk mencegah penularan,
masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta membiasakan
etika batuk dan bersin yang benar, antara lain dengan menutup hidung dan mulut
menggunakan tisu atau lengan bagian dalam. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan
sabun dan air mengalir juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut,
dr. Sucipto turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya semangat TOSS TBC
(Temukan dan Obati Sampai Sembuh). Masyarakat yang mengalami gejala atau
memiliki faktor risiko TBC diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas
pelayanan kesehatan sehingga dapat dilakukan deteksi dan penanganan sedini
mungkin.
Bagi pasien yang telah
terdiagnosis TBC, pengobatan harus dilakukan secara teratur sesuai petunjuk
tenaga kesehatan hingga dinyatakan sembuh. Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
tersedia secara gratis melalui fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah,
termasuk puskesmas.
Selain pengobatan,
lingkungan tempat tinggal juga perlu diperhatikan. Masyarakat dianjurkan
memastikan rumah memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, serta
memungkinkan masuknya cahaya matahari. Kondisi rumah yang sehat menjadi salah
satu bagian penting dalam mendukung upaya pencegahan penularan TBC.
Melalui kegiatan edukasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini, tidak memberikan stigma kepada pasien TBC, serta berperan aktif dalam memutus rantai penularan. Edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini.