Guna meningkatkan capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Buleleng, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menerima pembinaan dan fasilitasi pelaksanaan CKG dari Tim CKG Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dan dihadiri oleh anggota Tim CKG Dinkes Buleleng yang merupakan perwakilan dari masing-masing bidang.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap sejumlah temuan penting terkait pelaksanaan program CKG di Kabupaten Buleleng. Berdasarkan hasil pembinaan, capaian CKG per 13 Juli 2026 tercatat masih berada di bawah target, yakni sebesar 18,92%.
Selain persoalan capaian, ditemukan pula sejumlah kendala teknis di lapangan. Salah satunya adalah permasalahan inputan CKG pada Aplikasi ASIK yang belum terintegrasi dengan aplikasi program lainnya, sehingga menyebabkan terjadinya dobel penginputan data. Di samping itu, sejumlah Puskesmas juga menghadapi keterbatasan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), keterbatasan sumber daya manusia (SDM), hingga gangguan pada server aplikasi.
Tim CKG turut mencatat adanya kesenjangan antara capaian program dengan data inputan di CKG, mencakup program Bayi Baru Lahir (BBL), Balita, Anak Prasekolah (Apras), Anak Sekolah, Remaja, Dewasa, hingga Lansia.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim CKG Provinsi Bali memberikan arahan agar peran Tim Pembina Cluster Puskesmas (TPCB) diperkuat dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) serta pendampingan ke Puskesmas. Selain itu, pengampu program CKG di masing-masing Puskesmas diminta untuk secara rutin membuat analisis kesenjangan antara capaian program dengan data inputan CKG setiap bulannya.
Langkah pembinaan ini diharapkan mampu mendorong percepatan capaian program CKG di Kabupaten Buleleng, sekaligus memperkuat sinergi data dan pelaporan lintas program demi pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat.