Dalam upaya mewujudkan
target eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) pada tahun 2030,
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat skema pendanaan kesehatan
daerah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P.,
hadir langsung mematangkan langkah tersebut dalam agenda Koordinasi Pendanaan
Social Contracting (Kontrak Sosial) untuk Pencegahan dan Pengendalian (PP) ATM
yang digelar di Banyualit Spa 'n Resort, Lovina, Sabtu (17/10).
?Pertemuan strategis ini
difasilitasi oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Pusat dengan dukungan
pembiayaan dari Global Fund. Agenda utama difokuskan pada upaya menggeser
ketergantungan dana eksternal dengan melakukan penguatan pendanaan domestik,
khususnya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Kabupaten Buleleng.
?Dari hasil koordinasi
tersebut, dicapai kesepakatan bahwa pendanaan Social Contracting untuk
pelaksanaan program PP ATM akan diimplementasikan melalui mekanisme pengadaan
Swakelola (SW) Tipe 3 atau Tipe 4. Mekanisme ini dinilai efektif karena
memungkinkan pelibatan organisasi kemasyarakatan atau kelompok masyarakat
pelaksana untuk turut serta membantu pemerintah dalam penjangkauan dan
pendampingan pasien.
?Untuk merealisasikan skema
tersebut, langkah awal akan segera digulirkan melalui konsolidasi dan
koordinasi internal di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
Selanjutnya, strategi ini akan diperluas melalui sinergi lintas sektoral dengan
melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) non-Dinkes yang memiliki
keterkaitan urusan.
?Melalui sinergi lintas
instansi dan kepastian payung pendanaan Social Contracting di tingkat daerah
ini, akselerasi program penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di
Kabupaten Buleleng diharapkan dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan ber