(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Perkuat Sinergi, Dinkes Buleleng Gelar Rakor Jejaring Layanan Gizi, KIA, dan Kespro di Lovina

Admin dinkes | 28 April 2026 | 157 kali

Selasa (28/4), Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Jejaring Layanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang dilaksanakan di Lovina Haven Boutique Resort. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P.. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan tata kelola layanan kesehatan melalui jejaring yang terintegrasi, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit, khususnya dalam sistem rujukan dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Salah satu upaya penguatan tata kelola kesehatan adalah dengan memperkuat implementasi jejaring layanan Gizi, KIA, dan Kespro. Hal ini penting untuk memperkuat sinergi antara fasilitas kesehatan, pemerintah, dan lintas sektor,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber utama, Ny. Wardhany Sutjidra memaparkan peran strategis Tim Penggerak PKK dalam mendukung layanan Gizi, KIA, dan Kespro. Ia menegaskan bahwa PKK memiliki kekuatan hingga tingkat rumah tangga melalui kader Dasawisma.

Dalam paparannya, disampaikan beberapa fokus aksi PKK di lapangan, di antaranya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang dan pemanfaatan program “Hatinya PKK”, pengawalan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), optimalisasi posyandu sebagai one stop service, serta edukasi pencegahan pernikahan dini dan deteksi dini kanker payudara dan serviks melalui jejaring Yayasan Kanker Indonesia.

“Posyandu adalah ruh dari implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa. Kita ingin posyandu menjadi jantung utama layanan dasar, di mana ibu-ibu tidak hanya menimbang bayi, tetapi juga mendapatkan edukasi kesehatan yang komprehensif,” tegasnya.

Rakor ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas PMD, KB, dan PP Kabupaten Buleleng, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, para camat se-Kabupaten Buleleng, serta Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Buleleng.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesepahaman serta langkah konkret dalam memperkuat jejaring layanan kesehatan. Dengan kondisi geografis Kabupaten Buleleng yang luas dan beragam, pendekatan layanan yang terintegrasi dan menjangkau hingga pelosok desa menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Bali Utara.