Upaya peningkatan
kemandirian sektor kesehatan terus diperkuat melalui optimalisasi penggunaan
alat kesehatan produksi dalam negeri. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Business
Matching peningkatan penggunaan alat kesehatan dalam negeri yang
diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Bali Seminyak, Rabu (29/4). Perwakilan
dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng turut hadir dalam pertemuan ini yang
dibuka secara resmi oleh Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong
pemanfaatan produk lokal yang berkualitas dan berdaya saing.
Peserta kegiatan terdiri
dari perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota, serta rumah sakit
dari tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Kehadiran
lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah
dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung penggunaan alat kesehatan
dalam negeri.
Kegiatan yang berlangsung
selama dua hari ini menghadirkan sejumlah agenda strategis, di antaranya
penguatan pemanfaatan e-Katalog versi 6 sebagai platform utama pengadaan,
peningkatan penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri, serta pemastian
mutu dan keamanan alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan
kesehatan.
Selain itu, kegiatan ini
juga membahas kesiapan industri alat kesehatan dalam negeri dalam memenuhi
kebutuhan layanan kesehatan, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun
distribusi. Hal ini menjadi penting guna memastikan bahwa produk dalam negeri
mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Melalui kegiatan business matching ini, diharapkan terjalin kemitraan yang lebih kuat antara penyedia alat kesehatan dalam negeri dengan pengguna di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga dapat mendorong peningkatan penggunaan produk lokal sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.