(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Dinkes Buleleng Perkuat Strategi Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi melalui Diseminasi Hasil Audit AMPSR

Admin dinkes | 20 Oktober 2026 | 22 kali

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., membuka sekaligus menyampaikan materi kebijakan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) dalam kegiatan Diseminasi Hasil Audit Kematian Ibu dan Anak Triwulan IV yang berlangsung di Lovina Haven Boutique Resort, Selasa (20/10).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Buleleng. Melalui diseminasi hasil audit, dilakukan evaluasi terhadap kasus kematian ibu dan bayi untuk mengidentifikasi faktor penyebab, kendala pelayanan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, dr. Sucipto menyampaikan bahwa hingga Oktober 2026 tercatat delapan kasus kematian maternal di Kabupaten Buleleng, atau sebesar 30,8 persen dari total kasus di Provinsi Bali. Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar kematian terjadi di rumah sakit, dengan proporsi 87,5 persen. Kematian maternal juga didominasi oleh kelompok usia di atas 34 tahun sebesar 75 persen dan terjadi pada masa nifas sebesar 62,5 persen.

Sementara itu, tren kematian bayi menunjukkan penurunan dari 146 kasus pada tahun 2023 menjadi 67 kasus pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, tercatat 57 kasus kematian bayi usia 0–1 tahun pada tahun 2026. Data ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat intervensi kesehatan ibu dan anak, mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga periode pascapersalinan dan perawatan bayi.

Dalam arah kebijakan AMPSR, Kepala Dinas Kesehatan menekankan pentingnya penguatan deteksi dini melalui skrining faktor risiko dan pemeriksaan kehamilan sesuai standar, termasuk pelayanan antenatal minimal enam kali (ANC 6 kali). Selain itu, optimalisasi pelayanan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal melalui Puskesmas mampu Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan rumah sakit dengan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), serta penguatan sistem rujukan, menjadi bagian penting dalam upaya mencegah keterlambatan penanganan.

Perbaikan tata kelola program dan pelibatan masyarakat juga menjadi perhatian. Tindak lanjut hasil audit diarahkan pada peninjauan kembali standar operasional prosedur (SOP) skrining risiko tinggi, pelaksanaan in-house training penanganan kegawatdaruratan non-obstetri, serta penguatan audit dan pemantauan secara berkala untuk memastikan rekomendasi dapat dilaksanakan secara konsisten.

Melalui kegiatan diseminasi ini, seluruh pihak terkait diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan komitmen dalam menindaklanjuti hasil audit, sehingga setiap rekomendasi menjadi dasar perbaikan nyata dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan yang bermutu, responsif, dan berkesinambungan melalui pendekatan AMPSR sebagai salah satu strategi untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Buleleng.