Senin (2/3), Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar Forum Perangkat Daerah dalam rangka
Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2027. Kegiatan yang
dilaksanakan secara hybrid ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P.
Forum tersebut menghadirkan
peserta dari berbagai unsur, baik secara langsung maupun daring. Hadir secara
langsung jajaran internal Dinas Kesehatan meliputi Sekretaris Dinas, Kepala
Bidang P2, Kepala Bidang SDK, perwakilan Bidang Yankes, perwakilan Bidang
Kesmas, serta Kasubag Umum.
Sementara itu, peserta yang
mengikuti secara daring antara lain para Kepala OPD terkait, seluruh Camat
se-Kabupaten Buleleng, Direktur RSUD Buleleng, RSUD Tangguwisia, dan RSUD Giri
Emas, seluruh Kepala UPTD lingkup Dinkes, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha,
Ketua STIKES Buleleng, serta para Ketua Organisasi Profesi Kesehatan
se-Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutannya, dr.
Sucipto menegaskan bahwa Forum Perangkat Daerah bukan sekadar agenda
administratif tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan program
dan kegiatan dengan kebutuhan riil masyarakat.
"Melalui forum ini,
kita ingin memastikan bahwa perencanaan kesehatan Tahun 2027 benar-benar fokus,
terukur, dan berdampak. Setiap program harus menjawab persoalan nyata, setiap
kegiatan harus memiliki arah yang jelas, dan setiap anggaran harus memberi
manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Buleleng," ujar dr. Sucipto.
Lebih lanjut, ia
menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat diwujudkan
oleh Dinas Kesehatan seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kuat
antara pemerintah provinsi dan kabupaten, instansi vertikal, akademisi,
organisasi profesi, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.
"Oleh karena itu,
melalui forum ini kami mengharapkan masukan yang konstruktif agar Renja 2027
yang dihasilkan bersifat inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat dan pemangku
pelayanan kesehatan," tambahnya.
Forum ini diharapkan mampu
menghasilkan rumusan program yang tepat sasaran dan selaras dengan prioritas
pembangunan daerah, RPJMD Provinsi Bali, serta Renstra Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng.