Rabu (26/02/2025), Plt
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nyoman Budiastawan beserta staff menghadiri FGD
Pembahasan Data Statistik Sektoral 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat
Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng. Acara ini dihadiri oleh berbagai Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, baik secara
luring di Buleleng Command Center maupun daring melalui Zoom Meeting.
FGD ini bertujuan untuk
membahas data Buleleng Dalam Angka 2025 dan melakukan pembinaan statistik
sektoral melalui program Bima Sakti. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah
untuk verifikasi dan validasi angka penyusun publikasi Buleleng Dalam Angka 2025.
Pada FGD kali ini diagendakan
terkait penunjukan OPD perwakilan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam Evaluasi
Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2025. Berdasarkan hasil kesepakatan
tim Forum Satu Data Indonesia (SDI) Kabupaten Buleleng, Dinas Kesehatan dan
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng ditunjuk sebagai
perwakilan.
Selain itu, FGD ini juga
menjadi momentum peluncuran program Bima Sakti, sebuah program pembinaan
marathon masyarakat statistik. Program ini diharapkan dapat meningkatkan
kualitas data dan informasi statistik di Kabupaten Buleleng.
Sekretaris Daerah Kabupaten
Buleleng, Gede Suyasa dalam sambutannya yang diwakili oleh Gede Sugiartha
Widiada Asisten Administrasi Umum menekankan pentingnya data dan informasi yang
akurat dalam pengambilan kebijakan. Ia menyebutkan bahwa data merupakan dasar
penentuan langkah kebijakan dalam pemerintahan daerah.
Gede Suyasa juga
mengapresiasi peningkatan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Kabupaten Buleleng
pada tahun 2024 yang mencapai 2,62 atau masuk dalam kategori baik. Ia berharap,
melalui forum Satu Data Daerah yang dilakukan secara rutin, kualitas data statistik
sektoral di Kabupaten Buleleng dapat terus meningkat.
Kepala BPS Kabupaten
Buleleng, Made Bimbo Abdi Suardika, menyatakan komitmennya dalam melakukan
pembinaan statistik sektoral di Kabupaten Buleleng. Ia berharap, melalui
program Bima Sakti, masyarakat statistik di Buleleng dapat lebih memahami
pentingnya data statistik dan prinsip Satu Data Indonesia.
"Kami akan terus
berupaya meningkatkan kualitas data statistik di Kabupaten Buleleng melalui
berbagai program pembinaan dan pendampingan," tuturnya.
Diharapkan para peserta dapat
mengimplementasikan hasil FGD ini dalam tugas dan fungsi masing-masing,
sehingga data statistik yang dihasilkan semakin berkualitas dan bermanfaat bagi
pembangunan Kabupaten Buleleng.