Kamis (27/8), Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui tim terkait melaksanakan pendampingan
pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di wilayah kerja Puskesmas
Buleleng I. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pelaksanaan
imunisasi bagi anak usia sekolah berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan
ketentuan program.
Pendampingan salah satunya
dilaksanakan di SD Negeri 1 Kaliuntu, dengan sasaran siswa kelas 1 dan kelas 5.
Berdasarkan hasil pelaksanaan, dari 25 siswa kelas 1 yang menjadi sasaran
imunisasi MR, sebanyak 18 siswa telah mendapatkan imunisasi, 6 siswa ditunda,
dan 1 siswa menolak imunisasi.
Sementara itu, pada kelas 5
dengan sasaran imunisasi HPV, dari 22 siswa, sebanyak 19 siswa telah
mendapatkan imunisasi, 2 siswa ditunda, dan 1 siswa menolak imunisasi.
Hingga pelaksanaan
pendampingan tersebut, dari total 41 SD di wilayah kerja Puskesmas Buleleng I,
sebanyak 19 sekolah telah melaksanakan BIAS.
Selain capaian tersebut,
masih ditemukan adanya penolakan imunisasi dari orang tua siswa di salah satu
sekolah. Di SD Mardlatillah, dari 90 siswa kelas 1, sebanyak 58 siswa telah
mendapatkan imunisasi MR, sedangkan 32 siswa menolak. Pada kelas 5, dari 70
siswa, sebanyak 44 siswa telah mendapatkan imunisasi HPV dan 26 siswa menolak.
Terhadap siswa yang belum
mendapatkan imunisasi karena tidak hadir maupun imunisasinya ditunda, Puskesmas
akan melakukan tindak lanjut melalui sweeping imunisasi. Selain itu, petugas
akan melakukan pendekatan dan edukasi kembali kepada pihak sekolah serta orang
tua/wali siswa yang masih menolak imunisasi.
Upaya edukasi tersebut
dilakukan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya imunisasi
lanjutan bagi anak usia sekolah. Program BIAS sendiri merupakan bagian dari
Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) yang bertujuan meningkatkan perlindungan kesehatan
anak melalui pemberian imunisasi terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terus mendorong penguatan koordinasi antara puskesmas, sekolah, orang tua, dan lintas sektor agar pelaksanaan BIAS dapat berjalan optimal dan seluruh sasaran memperoleh perlindungan imunisasi sesuai jadwal.