Dalam upaya meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, Tim Kerja Kesehatan Ibu dan Anak
(KIA) melaksanakan kegiatan pendampingan bersama dokter spesialis obstetri dan
ginekologi (SpOG) di Puskesmas Sawan II, Kamis (26/3). Kegiatan ini
dilaksanakan bersama dr. Rai Raditya, Sp.OG., M.Biomed., sebagai bagian dari
penguatan tata laksana kasus ibu hamil risiko tinggi di fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat pertama.
Pada kegiatan tersebut
dilakukan pemeriksaan terhadap 11 orang ibu hamil risiko tinggi, dengan
beberapa kondisi yang teridentifikasi antara lain anemia, Kekurangan Energi
Kronis (KEK), letak melintang (LMR), riwayat operasi/bekas operasi (ROB),
risiko tinggi berdasarkan usia kehamilan, grandemultipara, kehamilan gemeli,
serta kasus intrauterine fetal death (IUFD).
Selain pelayanan
pemeriksaan, tim juga mengidentifikasi 2 kasus rujukan terencana yang
memerlukan penanganan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan rujukan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi kasus sebagai bagian dari peningkatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas. Adapun beberapa topik yang dibahas meliputi:
- Tatalaksana kasus anemia pada ibu hamil serta antisipasi potensi perdarahan postpartum.
- Penanganan kasus KEK melalui pemanfaatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dengan penguatan koordinasi bersama pengampu gizi puskesmas.
- Penegakan diagnosis dan tata kelola kasus eklampsia pada kehamilan kurang dari 20 minggu.
- Penguatan pelaksanaan drilling penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal (Gadarmatneo).
Melalui kegiatan
pendampingan ini diharapkan kemampuan tenaga kesehatan dalam deteksi dini serta
penanganan kasus ibu hamil risiko tinggi semakin optimal, sehingga dapat
berkontribusi pada upaya percepatan penurunan angka kesakitan dan kematian ibu
serta bayi di wilayah kerja Puskesmas Sawan II.