Dalam
upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, Tim Kerja KIA
melaksanakan kegiatan pendampingan dokter spesialis obstetri dan ginekologi
(Sp.OG) di Puskesmas Sawan I, Senin (20/4). Kegiatan pendampingan ini
dilaksanakan bersama dr Heri, Sp.OG sebagai bagian dari penguatan layanan
kesehatan ibu hamil risiko tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama.
Pada
kegiatan tersebut dilakukan pemeriksaan terhadap 10 orang ibu hamil risiko
tinggi (resti) dengan berbagai kondisi, antara lain grande multi, kekurangan
energi kronis (KEK), anemia, kehamilan gemeli (kembar), primi muda, dan primi
tua sekunder.
Berdasarkan
hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kasus kegawatdaruratan yang memerlukan
rujukan segera. Namun demikian, terdapat 4 orang ibu hamil yang direncanakan
untuk menjalani rujukan berencana guna memastikan pemantauan kehamilan
berlangsung optimal dan aman.
Selain
pemeriksaan langsung kepada pasien, kegiatan pendampingan juga diisi dengan
diskusi rencana tindak lanjut pelayanan ibu hamil, antara lain pelaksanaan
pemeriksaan gula darah puasa dan 2 jam post prandial pada usia kehamilan 24–28
minggu, pemeriksaan hemoglobin trimester III pada usia kehamilan 34 minggu
untuk menghindari puncak hemodilusi, serta pemanfaatan pemberian PMT pangan
lokal yang dapat bersumber dari dana BOK.
Pendampingan
juga menekankan pentingnya konseling pemilihan metode kontrasepsi jangka
panjang (MKJP) atau metode operasi wanita (MOW) bagi ibu hamil dengan kondisi
grande multi. Selain itu, dilakukan penguatan pendampingan bagi ibu hamil yang
akan menjalani rujukan berencana agar proses rujukan berjalan sesuai indikasi
dan tepat waktu.
Melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, khususnya pada kelompok risiko tinggi, semakin meningkat sehingga dapat mendukung upaya percepatan penurunan angka kesakitan dan kematian ibu di wilayah kerja setempat.