(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Pendampingan Dokter Spesialis Kandungan di Puskesmas Sawan I Perkuat Pelayanan Ibu Hamil Risiko Tinggi

Admin dinkes | 20 April 2026 | 38 kali

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, Tim Kerja KIA melaksanakan kegiatan pendampingan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) di Puskesmas Sawan I, Senin (20/4). Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan bersama dr Heri, Sp.OG sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Pada kegiatan tersebut dilakukan pemeriksaan terhadap 10 orang ibu hamil risiko tinggi (resti) dengan berbagai kondisi, antara lain grande multi, kekurangan energi kronis (KEK), anemia, kehamilan gemeli (kembar), primi muda, dan primi tua sekunder.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kasus kegawatdaruratan yang memerlukan rujukan segera. Namun demikian, terdapat 4 orang ibu hamil yang direncanakan untuk menjalani rujukan berencana guna memastikan pemantauan kehamilan berlangsung optimal dan aman.

Selain pemeriksaan langsung kepada pasien, kegiatan pendampingan juga diisi dengan diskusi rencana tindak lanjut pelayanan ibu hamil, antara lain pelaksanaan pemeriksaan gula darah puasa dan 2 jam post prandial pada usia kehamilan 24–28 minggu, pemeriksaan hemoglobin trimester III pada usia kehamilan 34 minggu untuk menghindari puncak hemodilusi, serta pemanfaatan pemberian PMT pangan lokal yang dapat bersumber dari dana BOK.

Pendampingan juga menekankan pentingnya konseling pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) atau metode operasi wanita (MOW) bagi ibu hamil dengan kondisi grande multi. Selain itu, dilakukan penguatan pendampingan bagi ibu hamil yang akan menjalani rujukan berencana agar proses rujukan berjalan sesuai indikasi dan tepat waktu.

Melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, khususnya pada kelompok risiko tinggi, semakin meningkat sehingga dapat mendukung upaya percepatan penurunan angka kesakitan dan kematian ibu di wilayah kerja setempat.