Rabu (12/8), Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) mengikuti Rapat
Koordinasi Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Prioritas yang dilaksanakan di
UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Rapat koordinasi tersebut
menjadi momentum untuk memperkuat strategi pengendalian penyakit tidak menular
melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan kapasitas sumber daya manusia,
serta pemantauan capaian program secara berkelanjutan.
Dalam koordinasi tersebut,
sejumlah langkah strategis menjadi perhatian dalam upaya memperkuat pelaksanaan
program PTM di daerah. Salah satunya adalah mendorong penerbitan regulasi atau
kebijakan daerah sebagai landasan penguatan program pengendalian PTM.
Selain penguatan regulasi,
diperlukan penyusunan strategi serta monitoring capaian Standar Pelayanan
Minimal (SPM) secara berkala. Pemantauan tersebut penting untuk memastikan
target pelayanan kesehatan masyarakat dapat tercapai sesuai indikator yang
telah ditetapkan.
Penguatan kapasitas sumber
daya manusia di Puskesmas juga menjadi salah satu prioritas. Puskesmas sebagai
garda terdepan pelayanan kesehatan diharapkan memiliki tenaga yang kompeten
dalam melaksanakan deteksi dini serta tata laksana kasus PTM sesuai dengan
standar pelayanan.
Untuk memastikan
implementasi program berjalan optimal, pembinaan kepada Puskesmas akan
dilakukan secara berkala. Pembinaan diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan
layanan PTM sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi di
tingkat pelayanan dasar.
Selanjutnya, monitoring dan
evaluasi bersama pemegang program PTM di Puskesmas akan terus dilakukan.
Kegiatan tersebut bertujuan mengidentifikasi berbagai permasalahan dan kendala
di lapangan sekaligus merumuskan alternatif pemecahan masalah yang tepat dan
dapat diterapkan.
Melalui koordinasi dan penguatan program secara berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berkomitmen meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian PTM. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, meningkatkan kualitas tata laksana kasus, serta mendukung pencapaian target pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Buleleng.