Semangat inovasi dan digitalisasi terus digenjot di Kabupaten Buleleng. Hal ini terbukti dari kemeriahan acara peluncuran Aplikasi SIMANJA-PKK yang dirangkaikan dengan Penyerahan Sertifikat Kekayaan Intelektual (KI). Berpusat di Areal Buleleng Digital Expo (BDE) yang berlokasi di RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng, acara ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P.
Dalam laporannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menjelaskan bahwa SIMANJA-PKK (Sistem Informasi Mandala Ambararaja PKK) merupakan wujud nyata kolaborasi antara Tim Penggerak PKK dengan Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng. Platform digital ini dirancang secara khusus untuk mengelola, mencatat, dan mengintegrasikan seluruh data kegiatan beserta administrasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari tingkat dusun hingga tingkat kabupaten.
Kehadiran aplikasi SIMANJA-PKK bukan tanpa alasan. Terdapat beberapa tujuan utama yang ingin dicapai melalui platform ini, di antaranya:
1. Efisiensi Pemutakhiran Data: Memudahkan kader Dasawisma dalam mengidentifikasi dan memperbarui data profil keluarga, fasilitas sanitasi, serta berbagai aktivitas ekonomi keluarga.
2. Digitalisasi Pelaporan Pokja: Menjadi wadah pelaporan yang jauh lebih terstruktur untuk Kelompok Kerja (Pokja) I sampai dengan Pokja IV PKK.
3. Otomatisasi Sistem Berjenjang: Mampu menyusun rekapitulasi dan pelaporan secara otomatis serta berjenjang dari tingkat dusun sampai tingkat kabupaten.
Sebelum diluncurkan secara resmi oleh Bupati Buleleng, SIMANJA-PKK telah melewati tahap uji coba di Kelurahan Kampung Baru (Kecamatan Buleleng) dan Desa Sepang Kelod (Kecamatan Busungbiu). Melalui digitalisasi pendataan oleh kader Dasawisma ini, diharapkan akan tercipta ketersediaan data yang valid dan terintegrasi. Data tersebut nantinya akan menjadi pijakan strategis bagi pengurus PKK maupun pemerintah daerah dalam mengambil keputusan, menyalurkan bantuan, serta merancang program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran. Selain peluncuran aplikasi dari PKK, panggung Buleleng Digital Expo juga menjadi saksi apresiasi pemerintah terhadap para inovator daerah. Pada kesempatan ini, dilaksanakan penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada 20 orang penerima.
Menariknya, dari 20 penerima tersebut, salah satunya adalah staf Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, yaitu Luh Sri Suciari. Ia mendapatkan sertifikat HKI atas karya inovatifnya yang bernama "Aplikasi Pintar". Kehadiran dr. Sucipto selaku Kepala Dinas Kesehatan secara langsung di lokasi acara tentunya menjadi wujud dukungan moril dari pimpinan atas prestasi membanggakan yang diraih oleh jajarannya tersebut.