Gelaran kebanggaan
masyarakat Kabupaten Buleleng, Buleleng Festival (Bulfest) 2026, resmi ditutup
meriah di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8). Acara
penutupan turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr.
Sucipto, S.Ked., M.A.P., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Buleleng.
Mengusung tema “Uriping
Rasa”, Bulfest 2026 menghadirkan perpaduan seni, budaya, dan kuliner khas Bali
Utara. Selama enam hari pelaksanaan, festival ini mengajak masyarakat
bernostalgia dengan atmosfer Buleleng tempo dulu sekaligus menikmati
kreativitas masyarakat lokal.
Antusiasme masyarakat terhadap Bulfest 2026 terbilang tinggi. Jumlah pengunjung selama pelaksanaan festival diperkirakan mencapai 90.000 hingga 120.000 orang. Tingginya kunjungan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Total transaksi selama enam hari diperkirakan mencapai Rp3,6 miliar, atau rata-rata sekitar Rp600 juta per hari. Perputaran ekonomi tersebut tidak lepas dari keterlibatan pelaku usaha lokal yang menjadikan Bulfest sebagai ruang promosi sekaligus pemasaran produk mereka.
Bulfest 2026 melibatkan
sebanyak 115 UMKM yang bergerak di bidang kerajinan, kuliner, dan olahan
pangan. Selain itu, lebih dari 60 sanggar dan grup kesenian turut ambil bagian,
mulai dari kesenian klasik dan tradisional hingga pertunjukan modern yang
tersebar di tiga zona panggung.
Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus adalah keberhasilan tim kreatif lokal Komunitas Belakang Layar dalam mengeksekusi keseluruhan acara secara mandiri tanpa menggunakan jasa event organizer (EO) dari luar daerah. Atas capaian tersebut, Bupati Buleleng memberikan apresiasi khusus, termasuk standing ovation, sebagai bentuk penghargaan terhadap kreativitas dan kemampuan anak-anak muda asli Buleleng dalam mengelola perhelatan berskala besar.
Dari sisi lingkungan, penyelenggaraan Bulfest tahun ini juga mendapat apresiasi. Para pengunjung, khususnya kalangan pelajar, dinilai menunjukkan kesadaran yang baik dengan tertib membawa sampah mereka sendiri keluar dari kawasan festival. Dalam sambutannya, Bupati Buleleng menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran Bulfest 2026. Dukungan masyarakat, TNI, Polri, Pecalang, serta tenaga kebersihan dinilai berperan penting dalam menciptakan suasana festival yang aman, tertib, dan guyub.
Penutupan Bulfest 2026 juga menjadi momentum penting bagi pelestarian budaya Buleleng. Pada kesempatan tersebut, perwakilan Kanwil Kemenkumham menyerahkan penghargaan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Komunal. Penghargaan tersebut menjadi wujud nyata upaya menjaga, melindungi, dan melestarikan kekayaan intelektual komunal sebagai bagian dari identitas serta warisan budaya masyarakat Buleleng.
Dengan berakhirnya Bulfest 2026, semangat “Uriping Rasa” diharapkan tidak berhenti di panggung festival, tetapi terus hidup dalam kreativitas masyarakat, penguatan UMKM, pelestarian seni budaya, serta kebersamaan masyarakat Buleleng.