Kamis
(16/4), Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan
Penyelidikan Epidemiologi (PE) terhadap klaster suspek campak yang ditemukan di
wilayah Desa Penyabangan, Sumberkima, dan Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
Berdasarkan
hasil investigasi lapangan, ditemukan klaster sebanyak empat kasus dengan
gejala yang serupa. Keempat kasus diketahui bekerja di salah satu villa di
wilayah Pemuteran, namun berdomisili di tiga desa berbeda, yaitu Desa
Penyabangan, Desa Sumberkima, dan Desa Pemuteran.
Sebagai
tindak lanjut, Tim Surveilans melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi di wilayah
kerja Puskesmas Gerokgak I yang mencakup Desa Penyabangan, serta di wilayah
kerja Puskesmas Gerokgak II yang mencakup Desa Sumberkima dan Desa Pemuteran.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama petugas puskesmas setempat dan didampingi
aparat desa masing-masing wilayah.
Dari
hasil penyelidikan yang dilakukan di lingkungan tempat tinggal maupun
lingkungan kerja pasien, tidak ditemukan adanya kasus tambahan yang mengarah
pada suspek campak. Selain itu, tata laksana kasus juga telah dilaksanakan
sesuai prosedur, meliputi pemberian pengobatan simtomatis, pemberian vitamin A,
serta pengambilan spesimen serum dari pasien. Spesimen tersebut selanjutnya
akan dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk pemeriksaan laboratorium
lebih lanjut guna memastikan diagnosis.
Tim surveilans juga melakukan kegiatan advokasi kepada aparat desa di Desa Penyabangan, Sumberkima, dan Pemuteran untuk memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan imunisasi serta upaya pencegahan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di wilayah masing-masing. Melalui kegiatan ini diharapkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit campak dapat terus ditingkatkan serta cakupan imunisasi dapat semakin optimal sebagai langkah perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.