Rabu (25/3/2026), Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., secara resmi
membuka Pertemuan Tata Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular
(PANDU PTM) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Kabupaten Buleleng
Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali ini
diikuti oleh 27 peserta yang terdiri dari pemegang program PANDU PTM puskesmas
serta staf Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutannya, dr.
Sucipto menegaskan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi tantangan
utama dalam pembangunan kesehatan saat ini. Berdasarkan data nasional, PTM
merupakan penyebab utama kematian sekaligus penyumbang beban pembiayaan kesehatan
yang cukup besar di Indonesia. Faktor risiko utama PTM antara lain tekanan
darah tinggi, gula darah tinggi, serta obesitas.
“Peran puskesmas sebagai
garda terdepan sangat menentukan keberhasilan program ini. Melalui program
PANDU PTM, diharapkan seluruh pemegang program dapat melaksanakan skrining
faktor risiko secara optimal, melakukan pencatatan dan pelaporan dengan baik, serta
memberikan tindak lanjut yang tepat kepada masyarakat,” ujar dr. Sucipto.
Pelatihan ini bertujuan
untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, menyamakan persepsi pelaksanaan
program, serta memperkuat koordinasi di lapangan agar target deteksi dini dan
pengendalian PTM di Kabupaten Buleleng dapat tercapai secara optimal. Kegiatan
ini juga sejalan dengan arah kebijakan Program P2PTM Tahun 2025–2029 yang
menitikberatkan pada penguatan layanan kesehatan primer, deteksi dini di dalam
dan luar gedung, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui
pelatihan teknis.
Selain fokus pada skrining
penyakit prioritas seperti hipertensi dan diabetes melitus, program PANDU PTM
juga mencakup layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) serta pengendalian konsumsi gula,
garam, dan lemak (GGL) sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif di
masyarakat.
“Kami menyampaikan terima
kasih kepada pihak Bapelkes yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga
pertemuan ini memberikan manfaat nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan
kesehatan bagi masyarakat Buleleng,” tutup Kadiskes sebelum secara resmi membuka
kegiatan.
Melalui pelatihan ini diharapkan implementasi PANDU PTM di seluruh FKTP semakin optimal sehingga mampu memperkuat deteksi dini faktor risiko PTM serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.