(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

TINGKATKAN KAPASITAS TENAGA KESEHATAN, KADISKES BULELENG BUKA PELATIHAN PANDU PTM TAHUN 2026

Admin dinkes | 25 Maret 2026 | 201 kali

Rabu (25/3/2026), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., secara resmi membuka Pertemuan Tata Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (PANDU PTM) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali ini diikuti oleh 27 peserta yang terdiri dari pemegang program PANDU PTM puskesmas serta staf Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.

Dalam sambutannya, dr. Sucipto menegaskan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan saat ini. Berdasarkan data nasional, PTM merupakan penyebab utama kematian sekaligus penyumbang beban pembiayaan kesehatan yang cukup besar di Indonesia. Faktor risiko utama PTM antara lain tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, serta obesitas.

“Peran puskesmas sebagai garda terdepan sangat menentukan keberhasilan program ini. Melalui program PANDU PTM, diharapkan seluruh pemegang program dapat melaksanakan skrining faktor risiko secara optimal, melakukan pencatatan dan pelaporan dengan baik, serta memberikan tindak lanjut yang tepat kepada masyarakat,” ujar dr. Sucipto.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, menyamakan persepsi pelaksanaan program, serta memperkuat koordinasi di lapangan agar target deteksi dini dan pengendalian PTM di Kabupaten Buleleng dapat tercapai secara optimal. Kegiatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan Program P2PTM Tahun 2025–2029 yang menitikberatkan pada penguatan layanan kesehatan primer, deteksi dini di dalam dan luar gedung, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis.

Selain fokus pada skrining penyakit prioritas seperti hipertensi dan diabetes melitus, program PANDU PTM juga mencakup layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) serta pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif di masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak Bapelkes yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga pertemuan ini memberikan manfaat nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Buleleng,” tutup Kadiskes sebelum secara resmi membuka kegiatan.

Melalui pelatihan ini diharapkan implementasi PANDU PTM di seluruh FKTP semakin optimal sehingga mampu memperkuat deteksi dini faktor risiko PTM serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.