(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Konferensi Epidemiologi ke-13 Bahas Penguatan Deteksi Dini dan Respons Ancaman Kesehatan

Admin dinkes | 06 Agustus 2026 | 27 kali

Kamis (6/8), Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mengikuti Konferensi Epidemiologi ke-13 (National Scientific Conference of Epidemiology/NSCE) yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2026 di Jakarta, dimana pertemuan ini menyoroti pentingnya penguatan sistem deteksi dini dan respons terhadap berbagai ancaman kesehatan.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi genomik untuk mempercepat deteksi serta respons terhadap ancaman kesehatan. Pemanfaatan teknologi tersebut perlu didukung kualitas data, validasi lokal, infrastruktur yang memadai, serta tetap mengutamakan pengawasan manusia (human oversight) dalam setiap pengambilan keputusan.

Konferensi juga menekankan pentingnya integrasi data lintas sektor melalui pendekatan One Health, yang mencakup kesehatan manusia, hewan, iklim, dan lingkungan. Deteksi dini yang didukung data terintegrasi dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) sebelum terjadi peningkatan kasus secara signifikan.

Dalam penerapan One Health, Amerika Serikat dan Thailand telah memiliki mekanisme koordinasi lintas sektor yang berjalan secara operasional. Sementara itu, Indonesia terus melakukan penguatan kelembagaan melalui National IHR Authority (NIA), termasuk penguatan mandat dan koordinasi agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Selain itu, surveilans air limbah, riset One Health, dan Tenaga Cadangan Kesehatan dinilai perlu diintegrasikan dalam satu rangkaian sistem, mulai dari deteksi dini, investigasi hingga respons. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas Indonesia dalam menghadapi ancaman wabah maupun bencana kesehatan.

Melalui konferensi ini, penguatan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, integrasi data, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun sistem kewaspadaan kesehatan yang lebih adaptif dan responsif.