Senin (9/1), Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng melaksanakan Pertemuan Audit Maternal Internal,
bertempat di Ruang Rapat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Kegiatan
ini merupakan bagian dari upaya evaluasi dan penguatan mutu pelayanan kesehatan
maternal dan neonatal di Kabupaten Buleleng. Pertemuan ini dihadiri oleh Tim
Komite AMP-SR Kabupaten Buleleng, perwakilan Puskesmas Kubutambahan I, RSIA
Puri Bunda, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), serta staf Bidang
Pelayanan Kesehatan (Yankes).
Dalam pertemuan ini dibahas
sejumlah hal penting yang perlu mendapatkan perhatian bersama, antara lain
perlunya penguatan pelayanan Antenatal Care (ANC) 12 T, termasuk anamnesis yang
komprehensif untuk mengetahui riwayat kehamilan sebelumnya serta penambahan
pemeriksaan tanda-tanda vital. Selain itu, ditekankan pula pentingnya penguatan
penilaian skor Puji Rohyati guna mendapatkan rekomendasi pelayanan ANC dan
persalinan yang tepat, khususnya rujukan ke rumah sakit.
Hal lain yang menjadi
perhatian adalah peningkatan disiplin tenaga penolong persalinan dalam
pencatatan pelayanan, termasuk penggunaan partograf secara konsisten. Pertemuan
juga menegaskan pentingnya penguatan Manajemen Aktif Kala III (MAK III) sebagai
upaya pencegahan perdarahan pasca persalinan.
Selain aspek pelayanan,
disepakati pula perlunya pengawasan dan visitasi berkala dalam rangka
kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Hal ini
mencakup penguatan SOP rujukan, penegasan kembali kewenangan bidan, serta
kepatuhan terhadap surat perizinan bagi penolong dan asisten penolong
persalinan.
Sebagai bagian dari upaya
peningkatan layanan rujukan, pertemuan ini juga menyoroti perlunya penambahan
jumlah Rumah Sakit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)
di Kabupaten Buleleng, mengingat saat ini baru terdapat dua RS PONEK.
Melalui pelaksanaan audit maternal internal ini, diharapkan koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan semakin kuat serta mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Buleleng dapat terus ditingkatkan guna menurunkan angka kesakitan dan kematian maternal dan neonatal.