Senin (6/4), Dalam upaya
meningkatkan kualitas pelaksanaan program kesehatan kerja di fasilitas
pelayanan kesehatan tingkat pertama, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui
Bidang Kesehatan Masyarakat melaksanakan rapat koordinasi bersama pemegang
program kesehatan kerja puskesmas se-Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini bertujuan
untuk mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan kerja di puskesmas sekaligus
mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasi pelayanan kesehatan
kerja di wilayah kerja masing-masing.
Berdasarkan hasil
pembahasan rapat, sebagian besar puskesmas telah melaksanakan kegiatan
pembinaan tempat kerja, baik sektor formal maupun informal melalui kolaborasi
lintas program. Selain itu, pelaksanaan skrining kesehatan pekerja juga telah
dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di
wilayah kerja puskesmas.
Namun demikian, pelayanan
Penyakit Akibat Kerja (PAK) masih belum dapat dilaksanakan secara optimal di
seluruh puskesmas. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala di lapangan, antara
lain keterbatasan waktu dari kelompok pekerja maupun tempat kerja untuk
memanfaatkan layanan kesehatan kerja karena kesibukan aktivitas kerja.
Selain itu, keterbatasan
jumlah dokter yang memiliki kompetensi dalam penanganan Penyakit Akibat Kerja
(PAK) serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung program juga menjadi
tantangan dalam optimalisasi pelayanan kesehatan kerja di tingkat puskesmas.
Melalui kegiatan rapat koordinasi ini diharapkan pelaksanaan program kesehatan kerja di Kabupaten Buleleng dapat semakin diperkuat melalui peningkatan koordinasi lintas program serta dukungan sumber daya yang memadai guna mendukung perlindungan kesehatan pekerja secara berkelanjutan.