Senin (24/8), Tim Kerja
Surveilans dan Imunisasi (Survim) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng bersama
Tim Kerja Penyehatan Lingkungan (PL), Tim Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan
Provinsi Bali, serta Tim Puskesmas Banjar II melaksanakan Penyelidikan
Epidemiologi (PE) terkait kasus terduga keracunan makanan di wilayah kerja
Puskesmas Banjar II.
Kegiatan PE dilakukan
sebagai langkah awal untuk memperoleh gambaran mengenai kejadian,
mengidentifikasi sumber serta faktor risiko yang berpotensi berkaitan dengan
kasus, sekaligus menghimpun data yang diperlukan untuk menentukan langkah
penanganan dan tindak lanjut.
Dalam pelaksanaannya, tim
melakukan pengumpulan data dan penelusuran pada sejumlah satuan pendidikan yang
mendapatkan layanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.
Sekolah yang menjadi lokasi penelusuran meliputi SMAN 1 Banjar, SMPN 2 Banjar,
SDN 2 Kayuputih, SDN 4 Kayuputih, dan TK Citra Bangsa.
Tim melakukan pengumpulan
informasi terkait kondisi di lapangan serta data peserta didik yang mengalami
keluhan atau gejala yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Data yang
diperoleh selanjutnya akan dianalisis sebagai bagian dari proses penyelidikan
epidemiologi.
Dinas Kesehatan Kabupaten
Buleleng bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Puskesmas Banjar II terus
melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap perkembangan situasi.
Pengumpulan data dan penyusunan kronologis kejadian masih berlangsung seiring
dengan bertambahnya informasi yang diperoleh dari lapangan.
Hasil penyelidikan
epidemiologi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut
yang diperlukan, termasuk upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali
terjadi.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya pihak sekolah dan orang tua, untuk tetap tenang serta segera melaporkan apabila ditemukan keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan kepada petugas kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.