Dalam rangka meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten
Buleleng melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
(P2PTM) dan Kesehatan Jiwa melaksanakan kegiatan pendampingan pemberian Komunikasi,
Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada keluarga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
oleh dokter spesialis kejiwaan (Sp.KJ) di wilayah kerja Puskesmas Tejakula II,
tepatnya di Desa Sembiran, Kamis (12/3).
Kegiatan ini bertujuan
untuk meningkatkan pemahaman keluarga dalam perawatan pasien ODGJ di rumah
serta memperkuat dukungan keluarga sebagai bagian penting dalam proses
pemulihan pasien.
Berdasarkan hasil kunjungan
pendampingan, diketahui bahwa pasien sempat mengalami putus obat selama kurang
lebih dua minggu yang ditandai dengan munculnya gejala berupa berbicara
sendiri, gangguan tidur, serta agresivitas ringan. Selain itu, keluarga juga
menyampaikan mengalami kelelahan dalam merawat pasien serta belum memahami
secara optimal terkait dosis dan keteraturan pemberian obat.
Melalui kegiatan tersebut,
dokter spesialis kejiwaan memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)
kepada keluarga pasien terkait pemahaman bahwa skizofrenia merupakan gangguan
pada fungsi otak yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan.
Keluarga juga diberikan pemahaman bahwa putus obat dapat menyebabkan kekambuhan
(relaps) sehingga kepatuhan minum obat menjadi sangat penting dalam proses
pemulihan pasien.
Selain itu, keluarga juga
dimotivasi untuk tetap memberikan dukungan kepada pasien dengan tidak melakukan
isolasi sosial serta memastikan pasien melakukan kontrol rutin ke fasilitas
pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas maupun rumah sakit sesuai jadwal yang
telah ditentukan.
Melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan dukungan keluarga terhadap pasien ODGJ semakin meningkat sehingga proses pengobatan dapat berjalan optimal serta kualitas hidup pasien dapat terus membaik.