(0362) 21789
dinkes@bulelengkab.go.id
Dinas Kesehatan

Pemkab Buleleng dan Undiksha Sinkronisasi Pendanaan 11 Riset Kolaborasi Tahun 2026

Admin dinkes | 24 September 2026 | 23 kali

Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melaksanakan Rapat Sinkronisasi Pendanaan Riset Kolaborasi Tahun 2026, Kamis (24/9), bertempat di Ruang Rapat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng.

Rapat dipimpin oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., MM, didampingi Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd. Kegiatan diikuti oleh tim peneliti Undiksha bersama sejumlah perangkat daerah yang menjadi pengampu masing-masing riset kolaborasi.

Dalam arahannya, Kepala BRIDA Buleleng menyampaikan bahwa sinkronisasi pendanaan diperlukan untuk memastikan dukungan anggaran yang telah tersedia pada masing-masing perangkat daerah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana pelaksanaan riset. Tim peneliti Undiksha sebelumnya telah memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, sehingga perlu dilakukan pemetaan dan sinkronisasi kembali terhadap anggaran yang telah masuk pada masing-masing perangkat daerah pengampu.

Sinkronisasi juga dinilai penting agar seluruh tahapan kegiatan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Terlebih, waktu pelaksanaan Tahun Anggaran 2026 semakin terbatas, sehingga dukungan pendanaan yang tersedia perlu dipastikan dapat dieksekusi secara tepat dan sesuai dengan perencanaan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kesungguhan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mendukung berbagai ide serta pemikiran para peneliti Undiksha. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pada Tahun 2026, terdapat 11 riset kolaborasi yang dibahas dalam kegiatan sinkronisasi. Riset tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, inklusi, lingkungan, pertanian, kebudayaan hingga pariwisata.

Salah satu riset yang berkaitan langsung dengan sektor kesehatan adalah Smart SafeBirth-EMTCT, yaitu layanan antenatal berbasis self-assessment dengan pendekatan Calm Think Act Tool untuk mendukung triple eliminasi. Riset ini diampu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.

Selain bidang kesehatan, sejumlah riset lainnya meliputi Brainy Reads, L-COMPASS, Virtual Math, SociaLearn, Joyful-School Tracker, Living Lab Aksara Bali Inklusif Berbasis Iterasi, Co-Creation Living Lab Berbasis Etnosains, Living Lab Desa Adat Panji, AI Emotion Analytics dalam Living Lab Sekolah, serta Smart Ethno Edutourism.

Kesebelas riset tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah sebagai pengampu, antara lain Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.

Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sinkronisasi pendanaan antara tim peneliti Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha dengan perangkat daerah pengampu. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan pendanaan, kesiapan pelaksanaan, serta penyesuaian dukungan anggaran agar pelaksanaan riset dapat berjalan secara efektif dan sesuai ketentuan.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Undiksha, pelaksanaan riset diharapkan tidak hanya menghasilkan pengembangan pengetahuan dan inovasi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai permasalahan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Buleleng.