Selasa (20/1), Sekretaris Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng, Nyoman Budiastawan, S.KM., M.A.P., menghadiri Rapat Dewan
Pengawas RSUD Giri Emas yang berlangsung di Ruang Rapat RSUD Giri Emas.
Kehadiran tersebut mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
Rapat membahas evaluasi
kinerja serta rencana pengembangan RSUD Giri Emas dengan mengacu pada data
presentasi bulan Januari 2025. Beberapa agenda utama yang dibahas antara lain
capaian kinerja pelayanan, kondisi keuangan, sumber daya manusia, serta rencana
kerja tahun 2026.
Dalam pemaparannya,
manajemen RSUD Giri Emas menyampaikan bahwa kinerja pelayanan tahun 2025 telah
diukur berdasarkan indikator mutu nasional, termasuk Indikator Mutu Pelayanan
Rumah Sakit (IMPRS), dengan hasil yang menunjukkan tren positif dalam peningkatan
kualitas layanan.
Selain itu, disampaikan
pula perbandingan estimasi dan realisasi pendapatan RSUD Giri Emas selama
periode Januari–Desember 2025, serta laporan realisasi keuangan yang
menunjukkan pengelolaan anggaran berjalan stabil dan sesuai dengan rencana
strategis rumah sakit.
Dari sisi sumber daya
manusia, RSUD Giri Emas saat ini didukung oleh 180 pegawai, yang terdiri dari
dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga
non-kesehatan, serta tenaga pendukung lainnya.
Untuk tahun 2026, RSUD Giri
Emas menetapkan target Bed Occupancy Rate (BOR) sebesar 60%, yang akan dicapai
melalui peningkatan mutu pelayanan, optimalisasi sumber daya, dan penguatan
sistem manajemen rumah sakit.
Dalam sambutannya, Nyoman
Budiastawan menyampaikan apresiasi atas kinerja RSUD Giri Emas selama tahun
2025 serta menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kerja tahun 2026. Ia
menekankan pentingnya kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan rumah sakit dalam
meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten
Buleleng.
Rapat ditutup dengan
harapan agar seluruh program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara
optimal demi pelayanan kesehatan yang semakin baik.