Jumat (9/1), Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Tim
Kerja Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), melaksanakan kegiatan validasi data Program
KIA Tahun 2025 sekaligus pembahasan rencana kerja Tahun 2026. Kegiatan ini
dilaksanakan sebagai upaya memastikan keakuratan data serta penguatan
perencanaan program KIA ke depan.
Berdasarkan hasil validasi
yang dilakukan, capaian Program KIA Tahun 2025 secara rata-rata per indikator
mencapai 89 persen. Capaian tersebut menunjukkan kinerja program yang cukup
baik, meskipun tetap diperlukan penguatan pada beberapa aspek pelayanan.
Terkait data kematian ibu,
tercatat sebanyak 6 kasus berdasarkan alamat meninggal, 8 kasus berdasarkan
alamat KTP, dan 5 kasus berdasarkan alamat domisili. Pelaporan data kematian
ibu ke Kementerian Kesehatan dilakukan berdasarkan alamat domisili sesuai
ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, angka
kematian bayi menunjukkan kecenderungan menurun, meskipun penurunannya belum
signifikan. Data mencatat 82 kasus berdasarkan alamat meninggal, 105 kasus
berdasarkan alamat KTP, dan 82 kasus berdasarkan alamat domisili.
Dalam pertemuan tersebut
juga dibahas bahwa kegiatan penginputan data SIGIZI Kesga di Puskesmas masih
memerlukan pendampingan dan penguatan kembali agar pelaporan dapat berjalan
optimal dan tepat waktu.
Selain itu, pada tahun 2026
akan dilakukan penguatan kegiatan skrining Bayi Baru Lahir (BBL) dengan
penambahan dua parameter, yaitu tes konfirmasi G6PD dan S-HAK. Saat ini,
mekanisme pelaksanaan masih dalam tahap penyusunan kerja sama dengan Labkesda
Jakarta dan RS Soetomo. Untuk mekanisme pengiriman sampel dan pelaporan hasil,
masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan laboratorium
rujukan.
Sebagai dasar perencanaan
program KIA Tahun 2026, estimasi sasaran akan menggunakan data Pusdatin agar
perencanaan lebih akurat dan terintegrasi.
Melalui kegiatan validasi
data dan perencanaan ini, diharapkan pelaksanaan Program KIA di Kabupaten
Buleleng dapat terus ditingkatkan guna mendukung upaya penurunan angka kematian
ibu dan bayi serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.