PEMBERIAN MINUM YANG AMAN PADA BAYI

  • Admin Dinkes
  • 22 November 2019
  • Dibaca: 297 Pengunjung

Penulis : dr. Ellyana Sungkar, Sp.KFR

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Khusus Anak mendalami masalah kesulitan makan
Selama ini kita telah banyak melihat berbagai cara pemberian minum pada bayi. Kadangkala kita melihat bayi menetek, minum dari botol, minum dengan sendok atau minum dengan menggunakan cup/gelas. Lalu, manakah cara yang benar dan aman?
Untuk menjawabnya, mari kita telaah dan pahami sedikit teori dan fisiologi mulut bayi. Mulut merupakan sebuah organ yang terdiri dari bibir, lidah, rahang dan pipi. Semua bagian tersebut berperan saat minum. Anatomi organ tersebut saat bayi dijelaskan sebagai berikut :
• Rongga mulut kecil
• Lidah mengisi hampir memenuhi rongga mulut. Hal ini bukan karena ukuran lidah yang besar melainkan ukuran mulut yang masih kecil.
• Sucking pad (lemak di pipi) di otot masseter ( otot di area pipi)  tampak lebih tebal
• Mandibula relatif kecil dan lebih tertarik ke belakang
• Letak laring tinggi pada leher sehingga menjaga langsung tersedak secara penuh
Seiring dengan bertambahnya usia maka organ tersebut diatas akan berkembang sebagai berikut :
• Rongga mulut akan semakin bertambah besar dan memanjang kearah vertikal
• Lidah semakin leluasa begerak karena rongga mulut yang makin membesar
• Sucking pads makin berkurang karena terserap
• Laring makin turun
 
Proses makan/minum pada bayi merupakan metode tunggal dari proses mengisap, menelan dan bernafas yang memerlukan koordinasi. Saat menelan, proses bernapas terhenti sejenak. Proses mengisap menyerupai sistem memompa, yaitu cairan mengalir karena adanya perubahan tekanan (tekanan positif dan negatif). Tekanan positif (kompresi) mendorong cairan keluar dari puting sedangkan  tekanan negatif (suction) menarik cairan keluar dari puting. Kompresi terjadi saat lidah menekan puting pada palatum durum (langit-langit keras) sedangkan suction saat rongga mulut tertutup rapat, dagu dan lidah  bergerak ke bawah. Palatum mole (langit-langit lunak) bersama lidah menutup rongga mulut bagian belakang sehingga mencegah nasal refluks saat menelan. Selama mengisap, bagian belakang lidah lebih rendah sehingga volume rongga mulut bertambah luas.
 
Proses tersebut di atas pada bayi baru lahir diawali oleh refleks yang kemudian berkembang secara volunter. Aktivitas mengisap, menelan dan bernafas telah berfungsi jauh sebelum usia kehamilan matur. Mulut terbuka pada usia 7-8 minggu, bernapas usia 10 minggu, menelan cairan amnion usia 12-14 minggu, protrusi lidah usia 13 minggu dan mengisap usia 15 minggu. Usia 28-30 minggu muncul refleks rooting, sucking, menelan lemah. Usia 32 minggu refleks batuk terbentuk sedangkan usia  34 minggu koordinasi mengisap – menelan - bernapas terbentuk.
 
Perkembangan organ berhubungan dengan kemampuan ketrampilan mulut  dalam fungsi makan minum seserorang. Manusia mampu menggigit, mengunyah dll bukan langsung dimiliki sejak bayi, namun itu semua sebuah proses belajar dan bergantung kepada perkembangan anatomi dan fisiologi yang terjadi. Perkembangan kemampuan minum sebagai berikut :
 
Mengisap Minum dengan Cup/gelas Minum dengan sendok
Usia Bayi lahir     4-6 bulan             6 bulan
Bibir Bibir bawah dan     •Gerakan bibir         Bibir atas mulai bisa   
        rahang hanya         meningkat             mengambil/menyeruput
        bisa bergerak       •Bibir makin           makanan/minuman 
       bersama mencengkeram  mulai kuat            dari  sendok
        putting/dot
        Lidah   Bergerak ke depan     Lidah mulai bergerak   Lidah bisa memindahkan
        dan ke belakang        ke atas - bawah       makanan ke belakang lidah
Rahang  Belum stabil          Mulai stabil           stabil
 bawah
 
Keterampilan mulut lainnya yang berkembang adalah kemampuan minum dari sedotan mulai usia 9 bulan, mengigit mulai usia 6-7 bulan dan mengunyah mulai usia 8-9 bulan serta minum dengan sedotan 10 bulan.

Bila melihat perkembangan mulut dan fungsinya maka fungsi alami dan yang dimiliki oleh bayi usia 0 – 4 bulan adalah mengisap.

Nah, setelah kita mengetahui bagaimana perkembangan organ mulut dan fungsi mulut pada bayi tadi, maka tentunya anda dapat menyimpulkan bagaimana sebenarnya cara terbaik minum/makan untuk bayi.
Share Post :